Dia menambahkan, untuk dapat mengajak para wisatawan ikut serta dalam kalender pariwisata itu, Dispar setempat memberikan informasi tersebut kepada para pelaku pariwisata baik itu hotel maupun biro perjalanan wisata atau "travel".
"Kami akan koordinasi dengan asosiasi hotel dan travel yang ada di Mataram. Harapan kita, mereka bisa menyampaikan dan mengajak wisatawan yang sedang menginap untuk hadir dalam Lebaran Topat," kata dia.
Lebaran Topat merupakan Lebaran yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri atau Lebaran bagi umat Islma yang telah melaksanakan puasa enam hari di awal bulan Syawal.

Namun, masyarakat di Kota Mataram dan Pulau Lombok secara umum serentak merayakan Lebaran Topat dengan berbagai kegiatan religi dengan doa dan zikir di masjid atau mushala, berziarah ke makam-makam keramat, kemudian makan-makan sambil bersantai ke sejumlah objek wisata yang ada terutama pantai.
Karena itu, saat Lebaran Topat kawasan 9 kilometer pesisir pantai di Kota Mataram akan dipadati puluhan ribu warga yang merayakan Lebaran Topat, termasuk pantai di kawasan Batu Layar, Senggigi, Nipah, Sire di Kabupaten Lombok Barat dan Utara, serta Pantai Kute yang ada di Lombok Tengah.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.