DIABETES bukan hanya penyakit tak menular (PTM) yang berbahaya dan mematikan, tapi juga merupakan mother of disease, alias ibu dari banyak penyakit.
Makanan jadi salah satu faktor krusial dalam diabetes, merujuk pada hasil studi penelitian baru, bahkan belasan juta kasus diabetes di dunia ini berkaitan erat dengan makanan.
Dilansir dari New York Post, Senin (24/4/2023) hasil studi penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Jurnal Nature Medicine, menemukan sekitar 14 juta kasus diabetes tipe 2 disebabkan oleh buruknya pola makan, yakni pola makan yang kurang konsumsi biji-bijian utuh, terlalu banyak mengandung beras atau daging olahan yang diproses.
Bukan hanya itu, konsumsi jus buah yang berlebihan, kurangnya konsumsi sayuran non-starch, kacang-kacangan atau biji-bijian.
"Studi kami menunjukkan bahwa kualitas karbohidrat yang buruk adalah salah satu faktor utama dari diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh pola diet skala global, " jelas Dariush Mozaffarian, penulis studi.
Tim peneliti menemukan pola makan buruk seperti di atas, menyebabkan munculnya faktor risiko diabetes lebih banyak terjadi pria daripada wanita, orang dewasa yang lebih muda daripada yang lebih tua, dan penduduk perkotaan daripada pedesaan.
Dalam studi baru ini, para peneliti di Universitas Tufts menganalisis pola makan dari 184 negara di seluruh dunia memakai data dari tahun 1990 hingga 2018. Hasilnya? Lebih dari 70 persen dari diagnosis baru diabetes pada tahun 2018, diyakini karena pola makan yang tidak sehat.
Dari 184 negara yang termasuk dalam studi tersebut, semuanya melaporkan peningkatan kasus diabetes tipe 2 dalam hampir 30 tahun terakhir.
"Jika dibiarkan terus menerus, dan diprediksikan kasusnya akan terus meningkat, diabetes tipe 2 akan terus berdampak pada banyak aspek. Mulai dari kesehatan populasi, produktivitas ekonomi, kapasitas sistem perawatan kesehatan, dan memicu ketidaksetaraan kesehatan di seluruh dunia," tutur Meghan O'Hearn, salah satu penulis studi
Tidak ada pengobatan khusus untuk penderita diabetes agar benar-benar bisa sembuh, namun penyakit ini bisa dikelola dengan melakukan banyak perubahan gaya hidup jadi lebih sehat, misalnya menurunkan berat badan, berolahraga, dan makan dengan baik..
(Rizky Pradita Ananda)