Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Studi: Mendengkur Terkait dengan Kerusakan Otak dan Demensia Dini

Diva Daniswara , Jurnalis-Selasa, 11 April 2023 |18:30 WIB
Studi: Mendengkur Terkait dengan Kerusakan Otak dan Demensia Dini
kebiasaan mendengkur, (Foto: Freepik)
A
A
A

Tujuannya agar tim peneliti bisa mengukur gelombang otak, selain memantau kadar oksigen dalam darah, detak jantung, pernapasan, gerakan mata dan kaki, serta fungsi kognitif.

Hasilnya menunjukkan, orang yang didiagnosis sleep apnea parah menjadi kurang sadar, kurang fokus, punya masalah memori jangka pendek dan ketidakmampuan untuk memenuhi target dalam kehidupan sehari-hari. Sementara, kelompok orang dengan sleep apnea yang lebih ringan terlihat punya fungsi kognitif yang lebih besar.

Peneliti menilai, hasil tersebut bisa disebabkan karena beberapa faktor. Meliputi rendahnya oksigen dan tingginya kadar karbon dioksida dalam darah, perubahan aliran darah ke otak, dan peradangan di otak. Semua ini, disebut menyebabkan perubahan neuroanatomis dan struktural yang meluas di otak dan defisit kognitif dan emosional fungsional yang terkait.

“Interaksi yang kompleks ini masih kurang dipahami, tetapi kemungkinan besar hal ini menyebabkan terjadinya perubahan neuroanatomis dan struktural yang meluas di otak dan defisit kognitif dan emosional fungsional yang terkait,” jelas Dr. Ivana Rosenzweig, Neuropsikiater sekaligus penulis utama studi.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement