Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Balita Kena Infeksi Mycobacterium Marinum Usai Digigit Iguana

Pradita Ananda , Jurnalis-Rabu, 05 April 2023 |10:00 WIB
Balita Kena Infeksi Mycobacterium Marinum Usai Digigit Iguana
Balita terinfeksi pasca digigit iguana, (Foto: Reuters)
A
A
A

SEORANG balita berusia 3 tahun di Kosta Rika, dilaporkan digigit seekor iguana saat sedang asyik duduk di pantai kala berlibur bersama keluarganya.

Kala itu, sang balita tengah asyik menyantap kue di tangannya. Sampai akhirnya tiba-tiba seekor iguana berlari menghampiri dan mengigit punggung tangan kirinya balita malang tersebut sambil mencuri kue di tangan sang anak.

Usai digigit, tangan balita tersebut mulai membengkak hingga orang tuanya harus membawa sang ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, luka di jari tengah tangan kirinya itu didesinfeksi dan dokter meresepkan antibiotik selama lima hari untuk potensi paparan salmonella.

Awalnya, luka sang anak diketahui sempat sembuh dengan cepat tanpa masalah. Namun, infeksi yang sebenarnya baru terungkap beberapa bulan kemudian setelah kejadian. Ketika muncuk benjolan kecil di punggung tangan kirinya yang ukurannya berangsur-angsur menjadi lebih besar.

Tiga bulan selanjutnya, area kulit daerah yang terinfeksi menjadi merah dan sedikit nyeri.

 

(Foto: Times of India) 

Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan, massa di bawah kulit yang ditemukan dokter menyerupai kista ganglion, benjolan berisi cairan. Akhirnya dokter pun harus membedah benjolan berukuran dua sentimeter tersebut. Ketika dikeluarkan, dokter bedah melihat nanah keluar dari luka tersebut, yang mengindikasikan adanya infeksi.

Setelah diperiksa dan diteliti lebih lanjut, balita malang tersebut mengalami infeksi Mycobacterium marinum, yang bisa menyebabkan infeksi seperti tuberkulosis pada ikan. Jenis infeksi ini bisa menginfeksi manusia ketika luka pada kulit terkena kontak dengan air tawar atau air asin yang terkontaminasi, melansir Times of India, Rabu (5/4/2023). 

Mengingat Mycobacterium marinum alias kebal terhadap antibiotik biasa, termasuk amoksisilin. Akhirnya dokter memberikan antibiotik rifampisin dan klaritromisin, yang untungnya direspon baik oleh tubuh sang balita.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement