Sementara, Yanuarius Pili, warga dari kecamatan Nangaroro yang pernah mampir ke tempat wudhu itu memuji upaya pemerintah desa untuk melestarikan tempat itu.
Ia pun memberi saran agar narasi tentang tempat wudhu itu diperkuat dan disajikan dalam bentuk tulisan, sehingga bisa lebih banyak orang yang membacanya dan berkunjung ke lokasi itu.
"Narasi ini bisa ditulis di website desa, lalu dipromosikan oleh para pemuda. Kalau kuat di narasi, bukan tidak mungkin orang akan datang ke sana," ucap Yanuarius.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.