3. Sering buang air kecil dan mengompol: Sebagai efek domino dari terus merasa haus dan banyak minum, tapi tidak diimbangi dengan kemampuan tubuh untuk menyerap cairan dengan baik. Anak pengidap diabetes melitus memang akan lebih sering buang air kecil daripada frekuensi normal, terlebih saat malam hari.
4. BB turun drastis: Mengalami penurunan berat badan yang drastis dalam 2 sampai 6 pekan sebelum terdiagnosis. Meski anak sering makan, tetapi tetap tak membuat tubuhnya jadi bertambah gemuk, justru cenderung kehilangan berat badan dalam jumlah yang cukup signifikan. Kondisi yang terjadi karena ketidakmampuan tubuh menyerap gula darah dalam tubuh. Makanya, membuat jaringan otot dan lemak menyusut.
5. Kelelahan: Tubuh anak yang tidak mampu menyerap gula dari makanan, membuat tubuh anak jadi kekurangan energi sehingga gampang capek.
6. Gampang marah: Anak juga akan mengalami gangguan perilaku dan perubahan emosi, jadi cepat marah dan murung. Tanda kedaruratan lainnya yang perlu diwaspadai, contohnya sesak napas, dehidrasi, syok dan napas yang berbau keton.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.