Puteri Rafasya, aktris cilik Malaysia diketahui mengalami patah tulang pinggul setelah insiden prank tarik kursi di lokasi syuting pada Februari 2023.
Imbasnya, gadis remaja berusia 12 tahun itu disebut jadi tidak bisa berjalan. Dikutip dari Channel News Asia, menurut laporan media lokal, cedera yang dialami Puteri Rafasya setelah ia terjatuh dengan posisi telentang, setelah kursi yang awalnya hendak ia akan duduki ditarik oleh anak lain, sebagai lelucon bercandaan.
Harian Metro melaporkan, gara-gara insiden ini Puteri mengalami patah tulang pinggul setelah terjatuh dan punggungnya membentur kaki logam tripod. Sang ibu, Fatin Aliza Salmi mengatakan gara-gara insiden ini putri tercintanya itu harus memakai popok saat ingin buang air kecil atau besar.
Lewat unggahan di akun Instagram Puteri yang dikelola oleh sang ibu, terlihat Puteri harus duduk kursi roda, lumpuh tidak bisa berjalan atau duduk seperti biasa karena mengalami cedera di pinggul dan pinggangnya.
Baru-baru ini, ibunda Puteri, Fatin saat diwawancara media mengatakan anaknya dirawat di rumah sakit selama delapan hari dan akhirnya boleh dipulangkan pada 17 Maret 2023. Mengutip Channel News Asia, Selasa (28/3/2023) kondisi Puteri sekarang sudah bisa berjalan perlahan meski harus tetap menggunakan dengan bantuan tongkat.
Kabar baik lainnya, aktris bintang sinetron Korban Adha dan Sesekali itu juga sudah bisa tidak lagi memakai popok.
“Saya lega kondisi Puteri telah membaik, tetapi tetap khawatir tentang bagaimana cedera ini bisa menimbulkan penyakit mendadak lainnya di masa mendatang,” kata Fatin.
(Foto: Instagram @puterirafasya1)
Selain ancaman gangguan masalah kesehatan lainnya, Fatin juga mengaku sedih melihat Puteri sangat merindukan beraktivitas di alam bebas.
Selain ancaman gangguan masalah kesehatan lainnya, Fatin juga mengaku sedih melihat Puteri sangat merindukan beraktivitas di alam bebas.
“Dia biasa naik ATV, menyelam dan berenang. Tiba-tiba, dia memakai pampers dan tidak bisa bergerak, ” kata ibu tiga anak itu.
Menurut Fatin, anaknya itu juga mengalami trauma. Ia mengungkap sang anak masih memikirkan kejadian tersebut, terkadang memberi tahu dirinya jika dia merasa tidak seharusnya duduk di kursi.
“Puteri tidak merasa dia harus duduk di kursi, saya sudah bilang kalau kursi itu untuk dia dan dia bisa duduk di situ dan bukan di tempat lain. Jika kondisinya masih seperti ini, saya mungkin harus membawanya ke psikiater, " pungkas Fatin.
Terkait proses pemulihannya, saat ini dilaporkan Puteri sedang belajar berjalan tanpa tongkat dan dijadwalkan untuk menjalani fisioterapi dan konsultasi dokter.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.