Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenali 6 Gejala Leptospirosis, Seringkali Tak Terduga!

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Senin, 20 Maret 2023 |04:00 WIB
Kenali 6 Gejala Leptospirosis, Seringkali Tak Terduga!
Gejala leptospirosis. (foto: Istimewa)
A
A
A

SAAT cuaca tak menentu, kasus leptospirosis atau kencing tikus di Indonesia makin marak. Bahkan jumlah tertinggi ada di Jawa Tengah (Jateng) sebanyak 111 kasus.

Sementara untuk DKI Jakarta, kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, belum ada laporan untuk kasus leptospirosis.

 BACA JUGA:

"Jawa Tengah ada 111 kasus dan 18 meninggal, Jawa Barat 9 kasus dan meninggal 2, DIY ada 86 kasus dan 12 kematian, serta Sulsel kasus 4 kematian 0," ungkap dr Nadia kepada MNC Portal, beberapa waktu lalu.

 Leptospirosis

Pada tahun 2022, hanya aja 4 kasus kematian akibat Leptospirosis. Sehingga selama kurun bulan Januari hingga pertengahan bulan Februari ini sudah ada 37 kasus Leptospirosis. Ia mencatat, di Januari ada 29 kasus dan Februari sampai tanggal 20 kemarin ada 8 kasus Leptospirosis.

 BACA JUGA:

"Paling banyak temuan di Kapanewon Kasihan dengan jumlah 10 kasus, Kapanewon Pandak 6 kasus. Kemudian Kapanewon Bambanglipuro dan Bantul masing-masing 4 kasus, Sewon 3 kasus dan kapanewon lain rata-rata satu kasus," kata dia.

Lalu apa saja gejala leptospirosis?

Gejala penyakit leptospirosis yang dapat dirasakan oleh pasien yang terjangkit, di antaranya adalah:

1. Demam Mendadak

2. Lemah

3. Mata merah

4. Kekuningan pada kulit

5. Sakit kepala

6. Nyeri otot betis

Jika menemukan berbagai gejala tersebut, sebaiknya penderita segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.

(Vivin Lizetha)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement