Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Podcast Aksi Nyata: Maraknya Tindak Pelecehan di Media Sosial Harus Ditanggapi Serius

Syifa Fauziah , Jurnalis-Selasa, 07 Maret 2023 |19:22 WIB
Podcast Aksi Nyata: Maraknya Tindak Pelecehan di Media Sosial Harus Ditanggapi Serius
Cilla Sumarna, (Foto: Youtube Partai Perindo)
A
A
A

PLATFORM media sosial bak dua sisi koin mata uang, bisa bermanfaat tapi juga bisa berdampak negatif.

Salah satu dampak negatif yang bisa muncul dari sosial media, ialah tindak pelecehan seksual. Ya, tindak pelecehan seksual nyatanya banyak terjadi di media sosial, pada 2022 contohnya tercatat pelecehan seksual di media sosial yang terjadi di Ambon menyentuh angka 85 persen.

Disampaikan Cilla Sumarna, Anggota Bidang Olahraga DPP Pemuda Perindo, platform media sosial memang bisa jadi kesempatan dari para oknum untuk melakukan pelecehan seksual pada orang lain.

“Masalah seperti ini harus ditanggapi dengan serius, untuk memutus rantai pelecehan seksual,” ujar Cilla dalam siaran Podcast Aksi Nyata Partai Perindo “Ruang Baru Tindakan Pelecehan Seksual”, dikutip dari kanal Youtube Partai Perindo, Selasa (7/3/2023).

Cilla menambahkan, tak menampik memang selama ini banyak korban pelecehan seksual yang takut untuk melapor. Sebab selain penanganan kasus pelecehan seksual masih minim, korban yang kebanyakan wanita, juga merasa malu atas kejadian yang dialami.

“Pasti banyak korban pelcehan seksual yang diancam foto atau videonya disebar. Mereka pasti takut. Makanya pentingnya peran orang tua dan keluarga untuk mengatasi hal itu,” jelasnya.

Cilla menegaskan, jika kita sebagai sahabat atau keluarga dari korban, untuk jangan ragu-ragu melaporkan kejadian pada pihak berwenang. Begitu pun dengan korban itu sendiri.

“Jika kita mendapatkan cerita dari korban, jangan takut untuk melapor. Siapa lagi yang bisa mutus rantai kejahatan ini? Buat kalian yang mengalami tindak kejahatan ini juga jangan takut buat melapor ya,” saran Cilla.

Sebagai informasi, saat ini Partai Perindo sendiri sudah mempunyai relawan perempuan dan anak. Sehingga siapapun yang mengalami kekerasan atau pelecehan seksual bisa memberi pengaduan.

“Kalian yang alami kesulitan bisa mengadu. Di situlah peran RPA ada, kalian tidak sendiri. Kalian bisa cerita ke Perindo. Biar bisa ditindak lanjuti,” sambung Cilla.

Dalam kesempatan yang sama, Cilla meng-highlight akan vitalnya peran orang tua dan guru untuk memberikan edukasi mengenai pendidikan seksual sejak dini pada anak. Sehingga anak tahu ada area sensitif pada tubuhnya yang tidak boleh sembarangan disentuh.

“Jadi dikasih tahu, ini rea sensitif yang enggak boleh disentuh siapapun. Kalau masih dimandiin, cuma boleh dengan mama atau suster pengasuh misalnya,” kata Cilla.

“Kalau di sekolah, para guru juga harus waspada. Contoh, anak murid belum dijemput, ya jangan keluar dari sekolah. Menurutku, penting juga simulasi tentang penculikan anak, karena sekarang juga lagi marak kan,” pungkasnya.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement