Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Leptospirosis Marak Ditemukan, Kemenkes: Jateng Tembus 111 Kasus

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Rabu, 01 Maret 2023 |11:49 WIB
      Kasus Leptospirosis Marak Ditemukan, Kemenkes: Jateng Tembus 111 Kasus
Tikus pembawa leptospirosis (Foto: Terminix)
A
A
A

DI tengah cuaca ekstrem marak kasus leptospirosis atau kencing tikus di Indonesia. Bahkan jumlah tertinggi ada di Jawa Tengah (Jateng) sebanyak 111 kasus.

Sementara untuk DKI Jakarta, kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, belum ada laporan untuk kasus leptospirosis.

 kena leptospirosis

"Jawa Tengah ada 111 kasus dan 18 meninggal, Jawa Barat 9 kasus dan meninggal 2, DIY ada 86 kasus dan 12 kematian, serta Sulsel kasus 4 kematian 0," ungkap dr Nadia kepada MNC Portal, Rabu (1/3/2023).

"DKI belum ada sampai saat ini, karena ini berdasarkan laporan dari Provinsi saja," jelas dr Nadia .

Sebelumnya, kasus leptospirosis menjadi sorotan karena ditemukan 6 kasus kematian di Bantul, yogyakarta. Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul Abednego Dani Nugroho mengatakan, jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding dengan tahun lalu.

Pada tahun 2022, hanya aja 4 kasus kematian akibat Leptospirosis. Sehingga selama kurun bulan Januari hingga pertengahan bulan Februari ini sudah ada 37 kasus Leptospirosis. Ia mencatat, di Januari ada 29 kasus dan Februari sampai tanggal 20 kemarin ada 8 kasus Leptospirosis.

 BACA JUGA:Kasus Leptospirosis Akibat Kencing Tikus Meningkat, 6 Orang Meninggal di Bantul

"Paling banyak temuan di Kapanewon Kasihan dengan jumlah 10 kasus, Kapanewon Pandak 6 kasus. Kemudian Kapanewon Bambanglipuro dan Bantul masing-masing 4 kasus, Sewon 3 kasus dan kapanewon lain rata-rata satu kasus," kata dia.

Perlu dipahami, penyakit leptospirosis kerap dialami saat musim penghujan, disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi.

Beberapa hewan bisa menjadi perantara penyebaran leptospirosis seperti tikus, sapi, anjing, dan babi. Sementara untuk gejala leptospirosis seperti demam, sakit kepala, menggigil, muntah, sakit kuning, anemia dan terkadang ruam.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement