Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Punya Julukan Baru, Ini Alasan Kenapa Kudus Disebut Kota 4 Negeri

Prisca Arianto , Jurnalis-Kamis, 02 Maret 2023 |10:30 WIB
Punya Julukan Baru, Ini Alasan Kenapa Kudus Disebut Kota 4 Negeri
Menara Kudus, Jawa Tengah (Foto: Instagram/@khasann86)
A
A
A

KUDUS merupakan sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Kudus memiliki beragam julukan di antaranya, Kudus Kota Semarak, Kota Kretek, Kota Santri, Jerusalem Van Java, dan kini, julukan baru untuk Kudus bernama Kudus Kota Empat Negeri.

Lantas, kenapa Kudus disebut sebagai kota empat negeri? dan dari mana julukan tersebut berasal?

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus membuat brand city baru berupa 'Kudus Kota Empat Negeri' dari yang sebelumnya 'The Taste of Java'.

Hal ini bertujuan untuk membuat imej dengan mengakomodasi berbagai jenis budaya yang telah ada sehingga tercipta harmonisasi, dan diharapkan mampu menarik minat wisatawan.

Tidak hanya itu, ini juga sebagai upaya mempromosikan berbagai potensi daerah setempat ke berbagai wilayah di Tanah Air. Kota Kudus yang awalnya memiliki slogan "The Taste of Java", tidak sembarangan mengusulkan slogan baru tersebut dikarenakan adanya nilai historis yang melekat pada tagline tersebut.

BACA JUGA:Menguak Asal Usul Mitos Orang Pati Dilarang Nikahi Orang Kudus

Infografis Kota Paling Ramah Sedunia

Melansir laman ANTARA, ini Pemkab Kudus bekerja sama dengan berbagai pihak, Bupati Kudus Hartopo menggelar focus group discussion (FGD) di aula perpustakaan IAIN Kudus, dan mengatakan pengusulan slogan baru tersebut bertujuan untuk membuat identitas Kota Kudus yang lebih berkarakter sebagai sebuah kota, yang nantinya layak dipromosikan ke berbagai daerah, termasuk ke berbagai negara.

Bahkan, sederet perdebatan dan riset pun dilakukan untuk memastikan apakah tagline tersebut benar cocok dengan kabupaten yang lebih dulu dikenal dengan julukan Kota Kretek ini.

Mereka adalah Abdul Jalil, Umar Ali, dan Agus Susanto. Ketiganya merupakan para praktisi dengan berbagai latar belakang bidang keilmuan yang ditugasi Bupati Kudus HM Hartopo untuk menyusun dan menjalankan city branding untuk Kudus.

Setelah dikaji mendalam, Jalil mengatakan ‘negeri’ di sini bukanlah sebuah negeri atau negara, melainkan sebuah peradaban masyarakat. Satu persatu peradaban yang pernah ada di Kudus pun dikuak.

Yang paling awal ditemui adalah peradaban Jawa dengan segala jenis kebudayaan dan bahasanya yang masih melekat hingga kini.

Setelah peradaban Jawa, Jalili juga menyebutkan Kabupaten Kudus kemudian juga didatangi oleh peradaban Tionghoa.

Hal tersebut juga tampak dari berbagai kebudayaannya yang kini masih ada di Kabupaten Kudus. Mulai dari kesenian barongan yang merupakan hasil adopsi dari kebudayaan barongsai Tionghoa.

Kemudian untuk peradaban yang ketiga adalah kebudayaan Arab melalui Syekh Ja'far Shodiq (Sunan Kudus), pada saat itu sebuah negeri atau wilayah bernama Kudus dibangun dan didirikan di Menara Kudus. Hal tersebut dikuatkan dengan adanya prasasti terkait hal ini.

Setidaknya, ketika banyak wisatawan yang berkunjung tidak hanya membawa oleh-oleh khas yang berwujud fisik, namun juga membawa kenangan dan cerita sejarah yang tidak ditemukan di daerah lain.

Infografis Kota Bogor

Sementara itu, Rektor IAIN Kudus Mudzakir berharap Kabupaten Kudus dapat memiliki tambahan ikon baru sebagai identitas kota agar dapat dikenal oleh kalangan luas, mengingat wisatawan menggelar kegiatan yang sifatnya nasional, dan biasanya melaksanakan kegiatan wisata kota sehingga menjadi kesempatan untuk membangun citra Kudus lewat ikon yang dimiliki.

Oleh karena itu, untuk ke depannya Kudus perlu memberikan identitas lokal sebagai ciri khas yang dapat dikenal nasional, bahkan dunia. Untuk itu, FGD diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi menarik terhadap identitas Kudus yang khas, sehingga menjadikan Kudus mengusung dari segi brand di tingkat nasional, bahkan internasional.

Adapun alasan dari nama julukan 'Kudus Kota Empat Negeri', ini dikarenakan berdasarkan sejarahnya masyarakat Kota Kudus terdiri dari masyarakat Jawa, China, Arab dan kolonial, seperti Bangsa Belanda, Prancis, dan Inggris.

Dari sinilah kemudian ditarik kesimpulan jika Kabupaten Kudus mempunyai empat peradaban yang masih melekat sampai saat ini. Yakni Jawa, Tionghoa, Arab, dan Kolonial atau Eropa. Dan ini adalah ciri khas yang mendasar alasan kenapa Kudus diberi nama sebagai 'Kudus Kota Empat Negeri'.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement