Namun, tidak seperti wabah H5N1 sebelumnya (yang sudah ada lebih dari 2 dekade), disebutkan lebih lanjut subtipe ini tidak menyebabkan penyakit yang signifikan pada manusia. Sejauh ini, dikatakan hanya sekitar 12 kasus telah dilaporkan ke WHO pada orang yang memiliki kontak dekat dengan unggas yang terinfeksi, dan sebagian besar gejalanya ringan.
Meski demikian, WHO mengatakan pihaknya tetap akan meningkatkan upaya kesiapsiagaan. Antivirus juga tersedia dan 20 vaksin pandemi berlisensi jika situasinya berubah, meskipun harus diperbarui agar lebih cocok dengan strain H5N1 yang beredar jika memang dibutuhkan.
Modifikasi tersebut, dikatakan Richard Webby, direktur HWO Collaborating Center for Studies on the Ecology of Influenza in Animals and Birds di Rumah Sakit Anak St. Jude, bisa memakan waktu setidaknya empat hingga lima bulan. Namun di rentang waktu ini, ada beberapa stok vaksin yang tersedia.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.