Risye melanjutkan, Pemerintah Jepang khawatir akan masa depan negaranya bila angka pernikahan dan kelahiran terus menurun. Situasi ini menyiratkan kuatnya tantangan bagi pasangan yang sekiranya memilih untuk childfree.
Terlebih lagi konsep childfree membuat Jepang mengalami resesi jumlah penduduk. "Mereka itu kan lagi resesi, jadi resesi jumlah penduduk, karena mereka tidak mau punya anak. Jadi generasi mudanya pertumbuhannya menurun," ungkapnya.
"Kita itu ingin memberikan fasilitas yang komplet untuk anak-anak kita. Kita enggak ingin mereka sesusah kita dulu yang harus berjuang. Jadi kita tuh secara tidak langsung memberikan previlige kepada anak-anak kita," jelasnya.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.