PERHELATAN Indonesia Fashion Week 2023 nampaknya tidak hanya menarik mata para desainer lokal, tapi juga regional. Kali ini, desainer asal Filipina, Mac Taug, membawa karya ke IFW.
Beberapa koleksi Mac Taug pun menggunakan material 'kembaran' wastra Nusantara. Misalnya saja kain tenun Pis Syabit khas Filipina. Menurut beberapa informasi, kain tenun ini berasal dari Provinsi Sulu di selatan Filipina.
Menariknya, dari pantauan MNC Portal langsung di lokasi acara IFW 2023 yaitu di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, kain tenun Pis Syabit mirip dengan sarung masyarakat Bugis dengan warna yang sangat cerah. Corak motif di atas kain pun tampak serupa, walau pastinya berbeda.
Kain tenun Pis Syabit sendiri pada umumnya terbuat dari bahan katun dan sutra, bahkan terkadang menggunakan benang emas metalik yang menyatu dalam tenunannya. Hal serupa juga terjadi pada kain tradisional masyarakat Bugis, Makassar, Sulawesi Selatan.

Desainer Mac Taug menggunakan material tradisional Filipina itu untuk bahan utama mini dressnya. Selain itu, kain tenun tersebut ada juga di sebagian kecil busana yang secara khusus dihadirkan untuk Indonesia Fashion Week 2023.
Di sisi lain, kemunculan koleksi Mac Taug di show IFW 2023 bertema 'Age of Archipelago' itu juga menjadi semacam penyegar mata. Sebab, sebagian besar koleksi Mac Taug menggunakan material berwarna super cerah seperti oranye, hijau, ataupun full tenun Pis Syabit yang sangat mentereng.
Perlu diketahui, sebelumnya sudah tampil desainer internasional di panggung IFW 2023, mereka adalah Ika Butoni (Hong Kong) dan Jesus Cedeno (Venezuela). Mereka menampilkan koleksi yang tidak kalah 'epic', terlebih desainer Jesus dengan koleksi avant-garde berupa dress 'monster' berlidah merah. Mindblowing!
(Martin Bagya Kertiyasa)