ARAB Saudi tengah melakukan gebrakan terhadap pertumbuhan ekonomi negaranya agar menjadi kekuatan ekonomi global.
Beberapa rencana ambisius peluncuran mega proyek telah diumumkan oleh negara Petro Dollar tersebut.
Dengan nilai investasi senilai miliaran dolar, kerajaan ini mulai untuk mendiversifikasi ekonominya dari minyak, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kedudukannya sebagai pusat perdagangan dan pariwisata terkemuka di kancah internasional.
Berikut Okezone rangkumkan 7 mega proyek 'gila' Arab Saudi seperti dikutip dari laman Arabian Business:
1. Proyek Read Sea
Red Sea Project atau Proyek Laut Merah terletak di antara kota pesisir Umluj dan Al Wajh.
Proyek ini nantinya akan terdiri dari kepulauan alami dari pulau-pulau yang masih ada, lanskap gurun, puncak gunung, dan harta karun arkeologi dan berdiri di lahan seluas 30 ribu kilometer persegi.
(Foto: Arabian Business)
Garis pantai sepanjang 200 kilometer yang belum pernah tersentuh diperkirakan akan menjadi resor wisata berkelanjutan paling sukses di dunia.
Rsor ini akan menyediakan 8.000 kamar hotel baru, dan menjadi resor pertama yang terintegrasi penuh, mewah, dan serba guna di wilayah tersebut. Proyek Read Sea dijadwalkan akan selesai dibangu pada tahun 2030.
2. AMAALA
AMAALA adalah proyek besar pembangunan berkelanjutan. Salah satu tujuannya adalah untuk membentuk Read Sea Global (RSG), yang bekerja sama dengan Perusahaan Pengembangan Laut Merah.
AMAALA juga akan membentuk jantung Riviera Timur Tengah dengan cakupan lahan seluas 3.800 kilometer persegi. Ini diharapkan menjadi tujuan perhotelan terkemuka di peta global.
(Foto: Arabian Business)
Akan ada 14 hotel top dunia, lebih dari 800 villa hunian, apartemen, dan rumah perkebunan yang ditampilkan dalam proyek ini.
Selain itu ada juga 200 perusahaan mode kelas atas, akademi seni, dan berbagai galeri, atelier, dan ruang kerja ahli.
3. AlUla
AlUla adalah rumah bagi beberapa situs budaya kuno dunia, pegunungan, batu pasir, dan oasis. Situs warisan ini sudah berusia lebih dari 200 ribu tahun.
(Foto: Instagram/@nitheshsasidharan)
Arab Saudi tengah mengupayakan pengubahan situs AlUla menjadi tujuan internasional melalui masterplan ‘Journey through Time’. Proses tersebut dipimpin oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.
Selain itu, akan dilakukan juga penambahan Royal Commision for AlUla (RCU), setidaknya $32 miliar atau sekitar Rp486,6 triliun untuk PDB nasional. Pada tahun 2035 diperkirakan akan dibuka lapangan pekerjaan untuk 38 ribu orang di sini.