SEBAGIAN perempuan yang sudah memasuki usia 50-an, mungkin sudah ada yang memiliki cucu.
Tapi tidak dengan Luise Hoehn, yang justru baru saja resmi menjadi ibu dari anak pertamanya di usia 52 tahun. Tepat pada perayaan Hari Natal, Luise melahirkan anak pertamanya, bayi sehat berjenis kelamin laki-laki yang ia beri nama Stellan.
Bukan tanpa alasan Luise baru melahirkan anak pertamanya di usia sudah di atas 50 tahun, karena setelah kurang lebih 6 tahun menjalani program IVF (bayi tabung) yang melelahkan.
Bukan hanya melelahkan, program IVF yang ia jalani bersama sang suami selama bertahun-tahun tersebut, juga telah menghabiskan sekitar USD200000 atau sekira Rp3miliar untuk donor sel telur dan perawatan IVF, dilansir dari New York Post, Kamis (23/2/2023).
Perjalanan yang dilalui Luise dan sang suami untuk bisa menjalani program bayi tabung ini pun tak mudah. Ia kerap ditolak banyak klinik karena dinilai sudah terlalu tua.
“Ketika saya berusia 42 tahun, dokter bertanya apakah saya ingin berbicara dengan spesialis program IVF. Tidak pernah terpikir oleh saya untuk membekukan telur saya, dan saya percaya kehamilan akan terjadi secara alami, jadi waktu itu saya tolak,” cerita Luise.
Sampai akhirnya, Luise berhenti menstruasi di usia 46 tahun, dan mulai takut dirinya menopause dan tidak lagi bisa hamil secara alami. Kemudian pada 2026, Luise dan sang suami memutuskan untuk mencoba program bayi tabung untuk pertama kalinya tapi kemudian gagal, dan terus berlanjut seperti ini hingga 2018.
BACA JUGA:Bukan Cuma Sakit Kepala, Ini Gejala yang Bisa Timbul dari Pendarahan di Selaput Otak
BACA JUGA:Bagaimana Merokok Bisa Sebabkan Kanker Paru-paru yang Mematikan?
Pada tahun 2019, pasangan tersebut memutuskan untuk mencoba donor telur dan embrio pertama ditransplantasikan pada Mei 2022. Delapan hari kemudian Luise positif hamil dan untungnya kehamilannya lancar dan sang anak tercinta bisa dilahirkan pada usia 35 minggu melalui operasi caesar, dengan berat 4 pon atau sekitar 1,8kilogram.
(Rizky Pradita Ananda)