KOREA Selatan kembali memecahkan rekornya sendiri sebagai negara dengan tingkat kesuburan terendah. Setelah tahun sebelumnya menjadi negara nomor satu dengan kelahiran terkecil di dunia, tahun ini pun Korea tak ingin beranjak.
Bahkan jumlah bayi per wanita Korea yang sebelumnya berada di angka 0,81, malah semakin turun menjadi 0,78. Data ini diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Korea pada Rabu (22/2/2023) lalu.

Dikutip dari Aljazeera, ibukota Korea Selatan, Seoul menjadi kota dengan catatan angka kelahiran terendah. Yaitu sekitar 0,59. Kondisi ini tentu saja sangat mengkhawatirkan terutama bagi perekonomian Korsel.
Mengingat jumlah anak muda produktif berkurang namun tanggungan kesejahteraan terhadap orang tua semakin meningkat. Jumlah pembayar pajak menjadi menyusut. Korsel bahkan masuk dalam 10 negara di dunia yang mengalami kekurangan tenaga kerja.
Lebih dari 200 miliar sudah digelontorkan pemerintah Korsel selama 16 tahun untuk menaikkan angka kesuburan tersebut. Namun tetap saja kondisi tak juga berbalik.
Diketahui ada beberapa penyebab terjadi kondisi resesi seks tersebut. Dalam laporan Aljazeera menyebutkan, banyak anak muda Korsel merasa tak wajib untuk berkeluarga.