Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Garut KLB Difteri, Kemenkes Ungkap Upaya Lanjutan untuk Cegah Penyakit Menyebar Luas

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 22 Februari 2023 |10:05 WIB
Garut KLB Difteri, Kemenkes Ungkap Upaya Lanjutan untuk Cegah Penyakit Menyebar Luas
Garut KLB Difteri (Foto: Medicaldaily)
A
A
A

TUJUH warga Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit difteri. Karena itu, Pemkab Garut menetapkan difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi membenarkan kabar itu. Ia pun menjelaskan bahwa adalah langkah tepat bagi Pemkab Garut untuk mengeluarkan status KLB pada difteri di wilayahnya.

Vaksin Difteri

"Iya benar. Salah satu upaya menghentikan penyebaran kasus difteri Kabupaten Garut tidak menyebar ke wilayah lain adalah dengan menetapkan status KLB difteri sebagai pemberitahuan bahwa situasi sudah darurat," kata Siti Nadia pada awak media melalui pesan singkat, Rabu (22/2/2023).

Selain menetapkan KLB difteri, upaya lain yang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ke wilayah lain adalah Puskemas membuat posko KLB Difteri di lokasi, melakukan tata laksana kasus sesuai dengan pedoman (pengambilan swab, pemberian ADS sesuai rekomendasi ahli, isolasi kasus), juga memberikan profilaksis kepada semua kontak erat.

Baca Juga : KLB Difteri di Garut, Dinkes Jabar: Rendahnya Imunisasi

Siti Nadia melanjutkan, langkah berikutnya adalah menunjuk Pemantau minum Obat (PMO) profilaksis (kader, toma atau petugas kesehatan setempat). Pemerintah Kabupaten Garut juga sebaiknya memberlakukan pembatasan aktivitas di luar rumah bagi yang sakit dan meminta masyarakat agar tetap melakukan protokol kesehatan terutama di daerah atau lokasi KLB dengan menjaga jarak dan penggunaan masker.

"Lakukan juga Outbreak Respond Immunization (ORI) sesuai arahan komite ahli, lalu melakukan koordinasi dengan lintas sektor dalam penanganan kasus difteri, serta sosialisasi tentang penyakit difteri dan pentingnya imunisasi kepada masyarakat," papar Siti Nadia.

"Hal yang tak kalah penting adalah meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap dan melakukan ORI (outbreak respon imunization) di wilayah Garut," sambungnya.

Imunisasi Bayi

Sebelumnya, Ketua Tim Surveilans Dinas Kesehatan Jawa Barat Dewi Ambarwati menerangkan bahw difteri menjadi KLB di Kabupaten Garut akibat rendahnya imunisasi.

"Desa (Sukahurip) memang dalam 3 tahun terakhir cakupan imunisasinya sangat rendah, (banyak yang gak diimunisasi) karena alasan agama," kata Dewi.

Kasus Difteri di Kabupaten Garut ini telah menewaskan 6 orang sejak awal Februari, lalu 19 Februari kasus meninggal bertambah 1 orang. Tingginya angka kematian membuat pemerintah daerah mengeluarkan status KLB Difteri.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement