Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Intip Pesona Desa Ramah Muslim di Jepang, Nihil Masjid tapi Kenyamanan Beribadah Terjamin

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Rabu, 22 Februari 2023 |20:00 WIB
Intip Pesona Desa Ramah Muslim di Jepang, Nihil Masjid tapi Kenyamanan Beribadah Terjamin
Desa Hakuba, destinasi wisata ramah muslim di Jepang (Foto: Arie Dwi Satrio/MNC Portal Indonesia)
A
A
A

BICARA soal Jepang memang tiada habisnya. Banyak tempat wisata yang bisa dijelajahi di negara berjuluk Negeri Sakura itu. Belakangan, Jepang juga seolah menjadi destinasi wisata yang sangat ramah bagi traveler muslim. Nggak percaya?

Nah, di Jepang terdapat sebuah desa kecil bersalju bernama Hakuba. Saat berkesempatan menyambangi Goryu Snow Resort terlihat para pelayannya begitu sangat ramah menyapa peserta Japan's Friendship Ties Program JENESYS2022 Japan-Indonesia Exchange for Young Journalists yang baru saja tiba dari Kota Nagano, di mana MNC Portal Indonesia menjadi salah satu pesertanya.

"Irasshaimase," ucap salah satu pelayanan.

Menghabiskan waktu 30 menit perjalanan bus berukuran sedang barulah bisa sampai ke Desa Hakuba. Sementara dari Tokyo, butuh waktu tiga sampai empat jam untuk ke Hakuba.

Setibanya di Desa Hakuba, langkah kaki ingin terasa cepat untuk turun dari bus menapaki hamparan salju. Sejauh mata memandang, salju ada di mana-mana. Momen yang sulit ditemukan di Indonesia.

BACA JUGA:Jumlah Traveler Muslim Indonesia ke Jepang Naik Signifikan, Berikut Faktanya

Desa Hakuba, Jepang

(Foto: Arie Dwi Satrio/MNC Portal)

Udara dingin langsung menembus jaket tebal yang kami gunakan. Lalu lalang wisatawan dari berbagai mancanegara mulai terasa di Desa Hakuba setelah dua tahun sepi karena pandemi.

Bagi para pemain ski, Desa Hakuba salah satu surganya. Hakuba yang memiliki arti kuda putih memang dikenal sebagai tempat bermain ski. Dulunya, pernah dijadikan venue Olimpiade 1998 cabang ski.

Bukan hanya surga bagi para pemain ski, Desa Hakuba juga menjadi salah satu destinasi yang cocok saat berlibur ke Jepang.

Apalagi, untuk masyarakat Indonesia. Desa Hakuba menawarkan keramahan bagi wisatawan muslim, cocok untuk masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Keramahan Hakuba untuk wisatawan muslim sudah diinisiasi sejak 13 tahun yang lalu.

"Kami memiliki program muslim friendly untuk turis asal Indonesia atau muslim. Kenapa kami mulai inisiatif itu, karena 2010 ada program Jenesys, karena ada yang datang ke Hakuba. Pada saat itu kami baru tahu mengenai muslim," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Pariwisata Hakuba Goryu, Sato Bunsei, beberapa hari lalu.

Saat ini, berbagai lokasi di Desa Hakuba mulai menyediakan tempat solat untuk wisatawan muslim. Meskipun, belum ada fasilitas masjid yang dibangun.

Tempat makan di Desa Hakuba juga sudah menerapkan masakan halal bagi wisatawan muslim. Keramahan Desa Hakuba untuk wisatawan muslim tercetus berkat saran dari jurnalis muda Indonesia yang pernah ikut program Jenesys 2010.

"Pada saat itu mereka jurnalis muda dari Indonesia menceritakan kesulitan penduduk asing. Setelah itu kami mulai menerima penduduk asing di daerah kami. Akan tetapi kami tidak membangun fasilitas khusus untuk orang muslim, tapi kami mengusulkan hal-hal yang dapat diterima turis yang menganut (agama) Islam," ungkapnya.

Desa Hakuba, Jepang

(Foto: Arie Dwi Satrio/MNC Portal)

Keramahan Desa 'kuda putih' bagi wisatawan muslim terasa ketika kami mencicipi makanan di Hakuba Goryu Snow Resort. Mereka menjamin produknya halal.

Bukan hanya itu, mereka juga menawarkan tempat untuk solat. Keramahan Desa Hakuba bagi wisatawan muslim berencana diterapkan di berbagai tempat wisata di Jepang.

"Hal-hal yang perlu diperbaiki pasti ada. Hal-hal itu diperbaiki setelah saya mendapatkan opini dari penganut muslim dari Malaysia atau Indonesia. Saya sendiri juga sering pergi ke beberapa tempat di Jepang untuk menceritakan pariwisata muslim friendly," ujar Sato Bunsei.

Berdasarkan hasil pengamatan MNC Portal Indonesia, tempat ibadah untuk umat muslim atau Masjid di Jepang memang sangat jarang. Jika membeli makan, juga harus benar-benar teliti. Sebab, tak jarang makanan yang ada justru non-halal.

Meski begitu, Negeri Sakura ternyata tetap menjadi destinasi warga Indonesia. Ada peningkatan signifikan warga Indonesia yang berlibur ke Jepang dalam beberapa waktu belakangan ini.

Ilustrasi

"Ada peningkatan yang signifikan untuk wisatawan muslim Indonesia. Kalau concern dari wisatawan Muslim itu biasanya tempat ibadah. Di sini masih terbatas," kata Konsul Bidang Media dan Sosial Budaya pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Meinarti Fauzie dikonfirmasi terpisah di Tokyo, Jepang.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement