DESA Hakuba yang menyajikan pemandangan alam pegunungan dan salju eksotis adalah destinasi wisata musim dingin populer di Jepang. Terletak di kaki Gunung Hilda, wilayah Prefektur Nagano pernah jadi tempat liburan musisi Ariel 'NOAH' bersama ibunda tercinta dan putri semata wayangnya, Alea pada 2019.
Bagi pencinta olahraga ski dan berseluncur di salju, Hakuba adalah surganya. Hakuba pernah jadi venue cabang ski pada Olimpiade Musim Dingin Nagano 1998. Sisa-sisa peninggalan pesta olahraga empat tahunan tersebut masih terlihat saat ini.
Hakuba yang berada di ketinggian antara 598 hingga 2.932 Meter di atas Permukaan Laut (MDPL) memiliki luas daratan mencapai 189,37 kilometer per segi. Hampir 90 persen datarannya adalah pengunungan dan hutan.
BACA JUGA:5 Destinasi Wisata di Simalungun, Kampung Jeka Saragih Petarung Pertama Indonesia yang Masuk UFC
MNC Portal Indonesia pekan lalu berkesempatan mengunjungi Hakuba. Di sepanjang jalan Desa Hakuba, tampak terbentang Pegunungan Jepang yang mirip dengan Pegunungan Alpen di Swiss.
Pada pertengahan Desember hingga Maret, hamparan salju menutupi Hakuba, menyajikan pemandangan sangat spektakuler.
Beberapa danau tampak memperindah panorama. Sementara saat musim panas, sepanjang mata memandang akan disuguhkan oleh ladang serta pesawahan.
Mayoritas penduduk Hakuba bergantung hidup pada pariwisata, sebagian lainnya bertani. Salah satu pariwisata yang paling terkenal yaitu Hakuba Goryu Snow Resort. Letak Hakuba Goryu Snow Resort tak jauh dari museum bekas Olimpiade Musim Dingin Nagano 1998. Di Hakuba Goryu Snow, banyak peselancar dari berbagai belahan dunia berlatih ski.
"Desa Hakuba adalah desa yang kecil, tapi dalam setahun, dua juta wisatawan datang ke Desa Hakuba ini," ujar Manajer Asosiasi Pariwisata Desa Hakuba, Yozhisawa Hirokazu di Hakuba, Prefektur Nagano, Jepang, Sabtu (18/2/2023).
BACA JUGA:Pesona Wisata Mangrove Biak Papua, Destinasi Pengangkat Ekonomi dan Penjaga Ekosistem Pantai
MNC Portal Indonesia lewat program Jenesys 2022 Japan International Cooperation Center (JICE) diberikan kesempatan untuk mencoba menjelajahi hutan bersalju di Desa Hakuba hingga melihat penginapan-penginapan kecil yang dikelola warga lokal. Masyarakat Desa Hakuba menjadikan rumah-rumah mereka sebagai penginapan bagi para wisatawan dan menolak investor asing membangun hotel.
Hutan bersalju di Desa Hakuba ditumbuhi pohon pinus dan masih banyak monyet berkeliaran. Suasananya sangat asri dan sepi. Cocok untuk liburan dengan suasana yang tenang. Jika sedang musim salju seperti saat ini, anda akan dihujani butiran salju yang halus. Cuacanya sangat dingin, minus 1 derajat celcius. Tapi sungguh sangat syahdu.
Namun, jika anda berkunjung ke Desa Hakuba pada musim semi, maka akan ada banyak bermunculan bunga sakura. Panorama gunung salju akan terlihat di atas Pegunungan Alpen Jepang atau North Japanese Alps.
"Meskipun musim semi yang memunculkan banyak bunga sakura, namun wisatawan masih dapat bermain ski di pegunungan Hakuba. Jadi, bisa menikmati dua musim dalam satu waktu dan satu tempat. Jadi ini dapat dikatakan sebagai tempat unik," beber Yozhisawa.
Jika ingin melihat Desa Hakuba dari jarak pandang yang lebih luas, anda bisa menjajal menggunakan balon udara ataupun gondola. Anda akan diajak naik ke atas bukit untuk melihat Desa Hakuba hingga jejeran Pegunungan Alpen Jepang secara luas. Di atas bukit anda bisa melihat hamparan salju, para pemain ski, hingga menikmati turunnya salju.
Sementara itu, akses untuk mencapai Desa Hakuba dari Tokyo saat ini sudah sangat mudah. Bisa menggunakan bis, bisa juga alternatif kereta. Panorama yang disuguhkan selama perjalanan di bis maupun kereta, sama-sama indah.
"Kalau naik bis, bisa lebih murah dari Tokyo kesini bisa sekira 5.000 sampai 6.000 Yen. Sekitar 3,5 sampai 4 jam dari Tokyo kesini," kata Koordinator Japan International Cooperation Center (JICE), Takagi Hitoshi.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.