BANYAK orang doyan minum kopi susu untuk mengawali paginya, atau untuk menemani bekerja. Namun memang kandungan Kopi susu memang menjadi perdebatan, lantaran mencampurkan susu dengan kopi bisa menurunkan kadar penyerapan kalsium ke dalam tubuh hingga sekitar 10 persen.
Sebuah studi yang dimuat di Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan paduan kopi dengan susu memiliki sifat sinergis yang meningkatkan efek anti-inflamasi atau antiperadangan.

Studi itu, yang disiarkan Medical Daily dan Earth akhir Januari, menunjukkan bahwa antioksidan dalam kopi yang dikombinasikan dengan protein dari susu dapat menggandakan sifat antiperadangan sel kekebalan tubuh.
Sistem kekebalan tubuh mengerahkan sejumlah sel darah putih dan zat kimia untuk melindungi diri dari patogen dan zat asing lainnya yang masuk ke tubuh sehingga menyebabkan peradangan. Kerusakan akibat peradangan dapat dikurangi dengan antioksidan seperti polifenol.
Peneliti dari University Of Copenhagen dalam studi itu menganalisis reaksi molekul seperti asam amino atau bahan penyusun protein. Hasilnya, ketika polifenol bereaksi dengan asam amino, efek penghambatannya terhadap peradangan pada sel kekebalan meningkat.
Polifenol diketahui mengikat protein dalam produk daging, susu dan memiliki manfaat kesehatan yang besar. Studi itu menunjukkan proses ini juga terjadi pada kopi dengan susu.
BACA JUGA: Viral Anak Minum Susu Kental Manis dan Kopi Susu, Dokter: Bisa Bikin Stunting!
Hasil kami menunjukkan reaksi antara polifenol dan protein juga terjadi pada beberapa minuman kopi dengan susu yang kami pelajari," kata pakar ilmu pangan dari Copenhagen Marianne Lund seperti dilansir dari Antara.
Studi lain menemukan minum dua atau lebih cangkir kopi sehari dapat membuat orang dengan tekanan darah tinggi lebih berisiko menderita stroke atau serangan jantung.
Konsumsi kopi berat dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian penyakit kardiovaskular di antara orang dengan hipertensi berat, tapi, tidak pada orang tanpa hipertensi dan dengan hipertensi tingkat pertama.
Sebaliknya, konsumsi teh hijau tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular pada kategori tekanan darah (BP).
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.