ANAK-ANAK dengan gangguan pendengaran tak boleh diabaikan perkembangannya. Mereka justru harus lebih diperhatikan oleh orangtuanya, terutama memberikan bantuan agar anak bisa mendengar lebih baik.
Deputy Chief Executive Officer (CEO) Kasoem Group, Trista Mutia Kasoem mengatakan, selama ini tim auditory verbal therapy (AVT) tak pernah lelah untuk mengajak ayah dan bunda untuk sama-sama mendampingi setiap langkah kaki kecil anak-anak dengan gangguan pendengaran untuk belajar.

Belajar untuk mendengar suara, belajar memahami ucapan sampai akhirnya, bersosialisasi dengan teman sebayanya yang memiliki pendengaran normal.
"Pada anniversary ke-8 ini menjadi momen untuk memberikan support kepada anak-anak agar kelak meraih mimpi tanpa batas. Menuju tak terbatas, dan melampauinya, to infinity and beyond," jelas Trista.
Trista juga menjelaskan pentingnya edukasi alat bantu dengar (ABD), perawatan alat bantu dengar, dan pentingnya habilitasi bagi anak gangguan dengar yang sudah menggunakan ABD.
"Dengan harapan tergugah kesadaran bahwa ABD adalah penunjang anak dengar gangguan dengar dan seusai pemakaian perlu habilitasi untuk memaksimalkan pendengarannya," tutur dia.
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitas serta Ahli Ilmu Faal Olahraga Klinis, Theresia Diah Arini (SpKFR, AIFO-K) menambahkan, dengan kemajuan teknologi, orang dengan gangguan pendengaran kemungkinan mendengar lebih baik.
BACA JUGA:Putri Sulung Mona Ratuliu Depresi, Kenali Yuk Gejalanya!
Caranya menggunakan alat bantu dengar konduksi udara, alat bantu dengar hantaran tulang atau bone-anchored hearing aid (baha) sampai cochlear implant.