Dijelaskan Spesialis Paru, dr. Agus Dwi Susanto, kasus bayi di atas adalah contoh nyata dari third hand smoke.
"Kasus seperti ini disebut third hand smoke, kandungan pada asap rokok yang menempel di tempat-tempat (contohnya baju, sofa, tirai, atau dinding) masih bisa terhirup oleh orang sekitar, walau perokoknya sudah pergi dari tempatnya merokok," jelas dr. Agus, saat dihubungi MNC Portal, baru-baru ini.
Kandungan yang terhirup, tak lain dan tak bukan adalah kandungan nikotin beserta zat-zat berbahaya di rokok yang dikeluarkan lewat asap rokok.
"Kandungan nikotin dan bahan-bahan berbahaya di asap rokok bisa dihirup orang sekitar, termasuk anak. Ini bisa jadi faktor risiko mulai dari infeksi saluran napas atau pneumonia hingga kanker," tegas dr. Agus
