Sebelum sampai di Kampung Adat Cikondang, wisatawan harus memasuki gang sempit dan beberapa rumah warga untuk sampai di sana.
Pada setiap jalan juga ada petunjuk dengan tulisan rumah adat dalam bahasa Indonesia dan aksara Sunda.
Di kampung itu terdapat pula rumah warga. Saat mengunjungi kampung itu terlihat sekumpulan ibu yang asyik bercanda ria. Momen ini langsung menjadi objek pertama yang bisa dilihat setelah sampai di sana.
Sebelum tiba di rumah adat, pengunjung diminta singgah terlebih dahulu di salah satu rumah warga dengan disambut oleh beberapa pemuda yang memakai kain yang diikat di kepala mereka.
Lalu salah seorang warga bernama Ibu Nonok mempersilakan setiap pengunjung atau wisatawan mengisi buku tamu terlebih dahulu.
Di buku tamu tersebut terlihat ada beberapa nama pengunjung dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat.
(Foto: Instagram/@rismayuliaa)
Ibu Nonok mengatakan, para pengunjung harus menunggu terlebih dahulu karena sebelumnya ada kunjungan 30 orang dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.
Selama menunggu, pengunjung disuguhi minuman dan makanan oleh warga setempat. Setelah kenyang menyantap hidangan yang sudah disuguhkan akhirnya para wisatawan diperbolehkan menuju ke Bumi Adat yang tidak jauh di belakang rumah warga.
Terlihat dari luar rumah adat tersebut memiliki konstruksi di bagian bawah rumah berupa kayu-kayu penyangga. Jika dilihat, kayu tersebut masih sangat kokoh dengan dinding dan atap yang terbuat dari bambu.
Selama mengunjungi rumah adat, pengunjung didampingi oleh juru kunci bernama Anom Juhana (76) . Sebelum memasuki Bumi Adat, Ki Anom menjelaskan terlebih dahulu asal-usul Bumi Adat serta ciri khas Kampung Cikondang.