Untuk mencapai inklusivitas tersebut, Kemanparekraf berusaha untuk mendiversifikasi sektor tersebut melalui pengembangan ekowisata, wisata ramah muslim, wisata medis dan kesehatan serta paket wisata domestik.
“Kami optimis bahwa diversifikasi ini tidak hanya akan membuka peluang kerja, tetapi juga meningkatkan aspek nilai tambah pariwisata kami dan memberikan lebih banyak pilihan bagi pengunjung,” sebut mantan Wagub DKI Jakarta ini.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa pihaknya akan fokus pada tiga agenda prioritas yakni pemulihan dan pembangunan kembali, transformasi digital dan keberlanjutan, sebagaimana tema yang diangkat Indonesia dalam keketuan ASEAN 2023.
Ketiga aspek tersebut akan menjadi kunci untuk melanjutkan kemajuan Indonesia menuju pembangunan pariwisata yang tangguh dan berkelanjutan.