Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indonesia Dorong Penguatan Pekerja Profesional Pariwisata ASEAN di ATF 2023

Novie Fauziah , Jurnalis-Kamis, 02 Februari 2023 |18:48 WIB
Indonesia Dorong Penguatan Pekerja Profesional Pariwisata  ASEAN di ATF 2023
Rangkaian kegiatan ATF 2023 di Yogyakarta. (Foto: Kemenparekraf)
A
A
A

SEKRETARIS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sesmenparekraf) Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan bahwa salah satu upaya dalam pemulihan pariwisata pascapandemi agar semakin kuat dan berkelanjutan yaitu dengan konsisten memperjuangkan pekerja pariwisata (tourism professional) yang berdaya saing tinggi, sehingga bisa terserap tidak hanya di pasar ASEAN, namun juga global.

Ia juga menyebut, bahwa di kawasan ASEAN sendiri telah dirancang ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Tourism Professionals (MRA-TP). Di mana hal itu untuk memfasilitasi pergerakan tenaga kerja profesional pariwisata antar anggota ASEAN.

 BACA JUGA:293 Sellers dan Buyers dari 29 Negara Hadiri Travex ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogyakarta

“Apa yang kita lihat dalam waktu dekat adalah MRA-TP ini dapat memfasilitasi pergerakan profesional pariwisata," ujarnya dalam rangkaian kegiatan ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 yang diawali dengan The 57th ASEAN NTO’s Meeting di Yogyakarta Marriot Hotel, Kamis (2/2/2023).

 

Selain untuk bertukar informasi mengenai best practice, kata dia dalam pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi bagi para profesional pariwisata. Serta dapat memberikan peluang kerja sama dan pengembangan kapasitas di seluruh negara anggota ASEAN.

 BACA JUGA:Sandiaga Uno: ASEAN Tourism Forum 2023 Percepat Pemulihan Pariwisata Asia Tenggara

Lebih lanjut, keberadaan SDM di sektor pariwisata yang berkualitas nantinya akan berpengaruh terhadap kenyamanan wisatawan saat berkunjung ke destinasi wisata. Terlebih pascapandemi ini, ia menyebut pergerakan wisatawan sudah mulai meningkat.

Sementara itu, menurut data terbaru World Tourism Barometer dikeluarkan oleh UNWTO pada Januari 2023, menunjukkan, kawasan Asia Tenggara tercatat ada sekitar 34,4 juta kedatangan wisatawan. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2021 yang hanya sekitar 2,9 juta.

Dalam ASEAN NTO’s Meeting terdapat sejumlah hal yang menjadi agenda pembahasan. Mulai dari implementasi ASEAN Tourism Strategic Plan (ASTP) 2016-2025, Study to Develop a Framework on Sustainable Tourism Development in ASEAN Post- Covid 19 Era, ASEAN Tourism Marketing Strategy, hingga penyelenggaraan event seperti seminar investasi dan ASTA (ASEAN Sustainable Tourism Award) 2024.

National Tourism Organization (NTO), merupakan organisasi pariwisata nasional yang mewakili pemerintah di kawasan ASEAN. Dalam ATF 2023 ini, masing-masing negara di kawasan tersebut akan mempromosikan destinasi-destinasi wisata unggulannya, guna memilihkan pariwisata di kawasan Asean pascapandmei.

 Ilustrasi

Selain "The 57th ASEAN NTO’s Meeting" akan ada pertemuan lainnya seperti The 22nd ASEAN Plus Three (China, Japan, Korea) Minister's Meeting, The 10th ASEAN Plus India Minister's Meeting, dan The 2nd ASEAN Plus Russia Minister's Meeting yang akan digelar di Yogyakarta Marriot Hotel, Sabtu 4 Februari 2023.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement