Hasilnya menunjukkan sel-sel astrosit yang mengontrol jalur kimiawi ke perut terganggu saat makanan berlemak dan mengandung gula itu dicerna. Jika terpapar makanan berlemak hanya dalam waktu singkat, misalnya tiga sampai empat hari, tidak mempengaruhi jalur antara otak dan perut.
Beda halnya dengan paparan makanan tinggi lemak dan tinggi kalori tersebut jika dalam jangka panjang, yakni 10 sampai 14 hari, ada penurunan reaksi astrosit serta kemampuan otak untuk mengatur asupan kalori.
"Asupan kalori sepertinya diatur dalam jangka pendek oleh astrosit," ujar Dr. Kirsteen Browning dari Penn State College of Medicine, sebagai penulis utama studi dalam rilis medianya.
Pengaturan asupan kalori dalam jangka pendek oleh astrosit tersebut, diungkap Dr. Kirsteen inilah yang mengganggu pemberian sinyal ke perut dan menunda pengosongannya,
“Hal ini memicu jalur pensinyalan normal untuk mengontrol perut dan seiring waktu, astrosit sepertinya tidak peka terhadap makanan berlemak tinggi,” tambahnya.
Dari keterangan dr. Kristeen, sejauh ini tim peneliti belum mengetahui apakah hilangnya aktivitas astrosit tersebut jadi penyebab makan secara berlebihan atau sebagai respons terhadap makan berlebihan.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.