Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Makin Banyak Dokter Kulit Bisnis Skincare, Bolehkah?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Sabtu, 28 Januari 2023 |04:00 WIB
Makin Banyak Dokter Kulit Bisnis Skincare, Bolehkah?
Ilustrasi. (foto: Unsplash)
A
A
A

Perdoski berharap dokter kulit yang berbisnis skincare dapat memisahkan antara bisnis dan pekerjaannya sebagai dokter.

"Nah, soal dokter kulit punya produk skincare, itu ranah bisnis. Sebetulnya, harus dipisahkan. Itu bisnis dan kami tidak bisa larang," tegasnya.

Di dalam keterangannya, dr Wawan juga menyampaikan bahwa sebagai seorang dokter spesialis kulit dan kelamin yang punya produk skincare, dokter harus bersifat independen.

 Dokter kulit jualan skincare

"Maksudnya, dia harus melihat objektif kebutuhan setiap pasiennya. Ini yang harus diusung. Oleh sebab itu, kami punya lembaga bernama Dewan Pertimabgan Etik Profesi, ini yang merangkul dokter-dokter, khususnya dokter SpKK. Lembaga ini mengatur dokter sebagai pengusaha dan dokter sebagai profesi," tambahnya.

Ditambahkan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr Andreas Widiansyah, SpKK bahwa produk skincare buatan dokter kulit itu semestinya menyasar pada kebutuhan masyarakat Indonesia.

"Produk skincare buatan dokter kulit Indonesia itu semestinya diramu sedemikian rupa hingga tepat sasaran ke permasalahan yang ada di Indonesia. Jadi, produknya benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus mengusung tema bangga buatan dalam negeri sesuai program pemerintah," tambahnya.

(Vivin Lizetha)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement