KISAH menggemparkan, seorang pria di Klaten, Jawa Tengah, yang diketahui hilang dan kabur dari rumahnya sejak 25 tahun. Namun akhirnya takdir mempertemukan ia dengan keluarganya di pasar di Bantul Yogyakarta.
Pertemuan pria bernama Agus Ahmadi dengan keluarganya di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, berlangsung haru.
Agus Ahmadi diketahui hilang sejak kelas 1 SD karena takut disunat. Ia akhirnya bertemu kembali dengan ibunya Amini (67) dan keluarganya.

Bahkan saat bertemu kembali dengan anaknya yang hilang sejak 1998 itu, Amini sempat jatuh pingsan.
Selama ini diketahui Agus Ahmadi yang kini berusia 38 tahun hilang atau kabur dari rumah saat akan disunatkan. Keluarga pun berusaha mencari keberadaan Agus dengan berbagai cara. Namun gagal semua upaya itu.
Belakangan Agus diketahui tinggal dan berada di Pasar Kepek, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Di tempat tersebut, Agus tinggal dan dirawat para pedagang pasar.
Ia menjelaskan, pihak relawan kemudian mendatangi Agus dan sempat merawatnya. Relawan kemudian menanyakan alamat serta orangtua dari Agus.
Lalu apa sih manfaat sunat?
Dokter Taufik menjelaskan pentingnya sunat menjadi beberapa bagian, yaitu indikasi sosial, medis, dan keagamaan.
Dalam sisi medis, sunat adalah tindakan membuang kulit bagian depan pada penis( preputium) WHO menyebutkan bahwa sirkumsisi dapat mengurangi resiko penyakit menular seksual, karena kebersihan akan terjaga.
Jika tidak dilakukan sunat dapat terjadi smegma yaitu penumpukan kotoran yang terselip diantara kulit dan glands penis, dan ini potensial terjadinya infeksi, bahkan sunat bisa mencegah kanker penis.
Kemudian untuk indikasi sosial banyak sekali di beberapa belahan dunia seperti suku aborigin dan juga mesir kuno dilakukan tindakan sirkumsisi walaupun peradabannya sudah lama dan tekniknyapun mungkin berbeda dengan sekarang.
Untuk indikasi agama ada yg mewajibkan sunat ini misalnya di Islam, tetapi sekarang pun sudah banyak non Islam pun melakukan sunnat ini, karena kebutuhan kesehatan.
BACA JUGA:Benarkkah Sunat Bisa Cegah Penularan HIV/AIDS?
"Pada keadaan fimosis , yaitu lubang kulup pada saluran kencing yang menyempit sehingga anak kesulitan pada saat melakukan buang air kecil. Hal ini akan menyebabkan infeksi pada saluran kemih bahkan akan menyebabkan kondisi anak menjadi demam yang berulang. Untuk itu harus dilakukan sunat atau sirkumsisi sedini mungkin," kata Dokter Taufik.