Selama pengasingan Basah Gondo Kusumo pergi ke timur Gunung Lawu, mendengar babat hutan yang dilakukan Ki Ageng Getas atas perintah Ki Ageng Mageti.
Untuk mendapatkan sebidang tanah, Basah Gondo Kusumo dan Basah Suryaningrat bertemu dengan Ki Ageng Mageti.
Dalam pembicaraan berlangsung, Ki Ageng Mageti akhirnya menyerahkan seluruh tanahnya sebagai bukti kesetiaannya kepada Kerajaan Islam Mataram.
(Foto: Instagram/@visit.magetan)
Setelah itu, Basah Gondo Kusumo didaulat menjadi penguasa tempat bergelar Yosonegoro. Maka untuk menghargai jasa Ki Ageng Mageti, daerah tersebut akhirnya diberi nama Magetan.
Namun terdapat versi lain yang mengatakan asal-usul penamaan Magetan berkaitan dengan kedatangan Sastrawan jawa bernama Dr. Theodoor Gautier Thomas Pigeaud, asal Belanda yang berkunjung ke Pulau Jawa.
Dalam buku 'Antara Lawu dan Wilis' karya Christopher Reinhart (2021), diduga asal usul Magetan berkaitan dengan istilah Kamagetan.