BERITA ratusan remaja di Ponorogo dan Kediri yang hamil duluan dan ramai mengajukan dispensasi pernikahan dini, tengah ramai beberapa waktu belakangan ini.
Fakta ini juga menjadi sinyal jelas, bahwasanya pendidikan tentang seks dan pendidikan kesehatan reproduksi masih sangat kurang dipahami oleh anak-anak di Indonesia. Edukasi penting dan memadai terkait seks dan reproduksi manusia masih sangat minim diberikan di rumah maupun sekolah.
Tak bisa dipungkiri masih banyak orangtua yang memilih untuk tidak mengenalkan pendidikan seks dan kesehatan reproduksi ke anak atau remajanya karena menilai pembahasan soal ini adalah hal yang tabu untuk dibicarakan dengan anak.
Padahal edukasi tentang seks, termasuk soal seluk beluk sistem reproduksi merupakan hal yang sangat penting. Seperti dijelaskan Psikolog Karina Istifarisny, ketika anak atau remaja dibekali dengan pendidikan seks dan pendidikan kesehatan reproduksi, anak jadi tahu dan paham tentang kendali atas tubuhnya sendiri, apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari atas tubuh mereka.
"Dengan anak dan remaja yang dibekali dengan pendidikan seks dan pendidikan kesehatan reproduksi, mereka jadai paham mana sentuhan yang boleh dan tidak boleh di tubuhnya dari orang lain,” jelas Karin saat dihubungi MNC Portal baru-baru ini.