Bahan peledak aktif itu pun harus diangkat dari tubuh sang prajurit, hanya dengan satu-satunya cara yakni bedah operasi. Ahli bedah Ukraina, Mayor Jenderal Andrii Verba harus mengoperasi si parjurit, dalam keadaan menyadari kalau granat tersebut bisa saja meledak setiap saat dan mengancam nyawa semua orang di kamar operasi.
Untungnya, merujuk pada keterangan Gubernur Serhii Borzov di laman akun Facebook resminya, dokter Andrii berhasil mengeluarkan granat itu dengan mulus dari tubuh si tentara.
"Dokter militer kami melakukan operasi untuk mengeluarkan granat VOG dari tubuh seorang prajurit, dalam keadaan tidak meledak,” bunyi keterangan dari Serhii Borzov.
Operasi yang umumnya dilakukan dengan metode Elektrokoagulasi, tindak operasi bedah menggunakan panas untuk mengontrol pendarahan dan menghancurkan jaringan abnormal, diketahui tidak dapat dilakukan karena dapat memicu granat tersebut meledak.
Namun pada akhirnya, semua orang bisa bernapas lega karena Dr. Verba yang merupakan salah satu ahli bedah paling berpengalaman berhasil melakukan operasi dan mengeluarkan granat dari tubuh sang prajurit dengan selamat.
BACA JUGA:Kenali Perbedaan Sakit Batu Ginjal dan Gagal Ginjal
BACA JUGA:Mengenal Operasi Mohs, Tindakan Pengangkatan Sel Kanker Kulit yang Dilalui Ibu Negara AS Jill Biden
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.