SEORANG bocah perempuan di Sukabumi terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat terkena bandul lato-lato. Korban mengalami luka sobek pada bagian bibir bawahnya dan harus menerima pengobatan medis berupa 4 jahitan pada lukanya.
Korban berinisial AG (5) warga Kampung Tenjolaya, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, terkena badul lato-lato yang terlepas saat dimainkan oleh temannya, hingga melukai korban. Kejadian nahas tersebut terjadi pada Senin (9/1/2023) sore, pada saat korban sedang sekolah agama.

Orang tua korban, Ela (41) mengatakan bahwa setelah kejadian tersebut, anak perempuannya tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis pada bibir anaknya dengan menutup lukanya dengan empat jahitan.
"Ya,kan anak saya lagi mengaji, ya pulang pulang udah berdarah aja bibirnya saya juga gak tau awalnya, dilihat itu bibirnya sobek, katanya kena lato-lato temannya yang lagi main, ya belum bisa kan masih kecil, ya kaget aja," ujar Ela.
Terlepas dari kejadian tersebut, mainan Lato-lato memang tengah naik daun di Indonesia. Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun juga turut mengikuti kepopuleran permainan adu bandul ini.
Banyak yang menilai, jika permainan ini bisa menimbulkan dampak negatif untuk si pemainnya. Menurut Retno Listyarti selaku Pemerhati Anak, permainan Lato-lato bisa memberikan dampak buruk pada fisik anak.
Di mana, saat anak bermain Lato-lato dengan tidak benar, bisa merasakan rasa sakit, akibat terpukul oleh bola Lato-lato. Kemudian, tangan anak bisa membiru atau membengkak.
Bahkan banyak kasus yang terjadi, jika bola Lato-lato bisa pecah, karena dimainkan terlalu kencang, hingga pemukulan saat berselisih di antara teman.
"Permainan Lato-lato bisa menimbulkan bahaya jika tidak dimainkan dengan baik, juga berbahaya bila bolanya pecah maka akan berpotensi kuat menimbulkan cidera pada anak, karena sepihannya bisa mengenai wajah dan mata seperti terjadi di Kota Baru," kata Retno dalam keterangannya diterima MNC Portal, Rabu (11/1/2023).

"Ketiga, jika talinya putus, maka bolanya bisa membentur tubuh atau benda lain di sekitarnya. Lato-lato juga bisa dipukulkan ke sesama teman bermain jika saat bermain terjadi perselisihan," jelas Retno.
Sejatinya permainan Lato-lato di Indonesia sangat terkenal. Bahkan digemari pada tahun 1990-an, terutama di Sulawesi Selatan.
Permainan Lato-lato, dalam bahasa Makassarnya disebut latto-latto karena permainan tersebut menimbulkan suara ketukan. Permainan menjadi hits, lantaran banyak orang yang mengunggah di media sosial, bahkan diperlombakan.
Sekadar informasi, Permainan yang terlihat mudah ini ternyata membutuhkan konsentrasi sangat tinggi untuk memainkannya. Sebab Lato-lato dimainkan dengan cara mengadu dua bola agar bisa mengeluarkan bunyi.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.