Aritimia jantung memang bisa terjadi pada siapa pun, namun ada beberapa faktor tertentu yang membuat orang lebih berisiko terkena aritmia jantung.
Contohnya, orang yang memiliki riwayat kondisi jantung sebelumnya, karena beberapa kondisi jantung mengubah cara kerja jantung, dan seiring waktu hal ini bisa menyebabkan jantung mengubah detak atau kecepatannya.
Beberapa faktor risiko lainnya meliputi seperti orang dengan penyakit jantung koroner, pernah kena serangan jantung atau gagal jantung, endokarditis (peradangan pada otot jantung) umumnya orang dengan kondisi ini sering mengalami fibrilasi atrium, pengidap penyakit katup jantung dan punya kelainan jantung bawaan, usia, jenis kelamin, dan gaya hidup hingga orang-orang yang pernah menjalani operasi jantung.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.