ASAL usul suku Tidung yang masih kerabat dari suku Dayak, Kalimantan menarik diulas. Dalam hal ini suku ini merupakan suku anak Negeri di Sabah.
Jadi, baik Malaysia dan Indonesia juga memiliki Suku Tidung. Sebelumnya, Tidung awalnya memiliki kerajaan yang disebut Kerajaan Tidung. Namun akhirnya punah karena politik dan diprovokasi oleh Belanda.
Suku Tidung adalah salah satu suku asli Nunukan yang menganut agama Islam dan mengakui bahwa dirinya merupakan orang Dayak.
Menurut Amir Hamzah berdasarkan Jurnal yang diterbitnya berjudul Orang Tidung di Pulau Sebatik ini terbagi menjadi 3 versi untuk asal usul Tidung.
(Foto: Instagram/@esterdanisihite)
Pengertian dari ketiga versi tersebut berbeda satu sama lain. Pertama, menurut versi masyarakat Tidung, nenek moyang mereka berasal dari Asia yang berimigrasi sekitar abad V-I SM. Saat itu, eksodus manusia dari Asia ke pulau-pulau di timur dan selatan.
Diasumsikan mereka mendarat di pantai timur Pulau Kalimantan di bagian utara yaitu sekitar Labuk dan Kinabatangan.
Lalu, mereka menyebar ke daerah-daerah pesisir pantai dan pulau-pulau di sebelah Timur. Seperti wilayah Tarakan, Bulungan Nunukan, dan Pulau Sebatik.
Kedua, versi Hindia Belanda yang mengatakan bahwa Suku Tidung berasal dari Dayak Kayan. Versi ini diduga dilatarbelakangi kepentingan politik tertentu, yang mana beberapa permukiman penduduk Tidung lainnya diabaikan.
Terakhir, dalam buku monografi Kabupaten Bulungan disebutkan Suku Tidung dan kelompoknya adalah Dayak Pesisir yang berasal dari daerah pegunungan di Menjelutung.
Orang Tidung di Pulau Sebatik menghambat wilayah pesisir sebagai bagian dari Nunukan, tumbuh dalam keluarga rendah hati dan sederhana. Mereka menamakan diri ulun pagun (orang kampung) yang menghadang bantaran sungai dan daerah pesisir.

Permukiman mereka tidak menetap dan berpindah dari satu tepi sungai ke sungai lainnya. Saat ini orang Tidung tersebar di sepanjang timur laut Pulau Kalimantan dan kecil lainnya pulau-pulau di sekitarnya seperti Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Sebatik Barat. Sejak berdirinya negara, mereka telah menerapkan permukiman tetap.
Pulau Sebatik yang mereka incar adalah satu dari arena di mana insiden konfrontasi terjadi. Urusan konfrontasi ini melibatkan Tidung rakyat dalam mempertahankan kedaulatan negara dan hal ini membuat mereka memilih untuk menetap di suatu lokasi menjadi saksi sejarah atas perjuangan mereka, meski terpisah jauh dari keluarga.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.