5. Masalah pribadi
Seseoang juga bisa lebih berisiko terkena hiperseks jika memiliki masalah pada penyalagunaan narkoba, kecanduan alkohol, kondisi mental yang tidak baik, konflik keluarga, atau adanya riwayat pelecehan fisik maupun seksual.
Laman Mayo Clinic juga menjelaskan mengenai ciri-ciri seseorang yang mengalami hiperseks. Penderita hiperseks biasanya memiliki dorongan seksualitas atau fantasi yang berulang seolah hal tersebut terjadi di luar kendali.
Fantasi seksual tersebut bisa berupa pornografi dan atau masturbasi kompulsif. Ketika melakukannya, penderita tidak akan merasa tertekan. Namun, setelahnya, mereka akan merasa malu dan menyesal.
Biasanya mereka melakukan hal tersebut sebaggai pelarian dari masalah mental lain, seperti depresi, kesepian, kecemasan, dan stres.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.