Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lebih 2 Juta Remaja Indonesia Terdiagnosis Gangguan Mental, Ini Datanya!

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Kamis, 29 Desember 2022 |11:15 WIB
Lebih 2 Juta Remaja Indonesia Terdiagnosis Gangguan Mental, Ini Datanya!
Ilustrasi gangguan mental. (foto: Istimewa)
A
A
A

PADA pertengahan November 2022, Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Indonesia - National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) mengeluarkan data terkait jumlah remaja Indonesia yang alami gangguan mental.

I-NAMHS sendiri adalah bagian dari Survei Kesehatan Mental Remaja Nasional (NAMHS) yang juga dilakukan di Kenya (K-NAMHS) dan Vietnam (V-NAMHS).

 gangguan mental pada remaja

Penelitian ini dilakukan atas kerjasama antara Gadjah Mada University (UGM), University of Queensland (UQ) di Australia (lead organization of NAMHS), Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health (JHSPH) di Amerika Serikat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Hasil survei menunjukkan bahwa satu dari tiga remaja di Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir, sedangkan satu dari 20 remaja Indonesia mengalami gangguan mental dalam 12 bulan terakhir.

"Angka tersebut setara dengan masing-masing 15,5 juta dan 2,45 juta remaja," ungkap hasil survei tersebut, dikutip MNC Portal, Kamis (29/12/2022).

Remaja terdiagnosis gangguan mental sesuai dengan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Edisi Kelima (DSM-5) yang menjadi pedoman penegakan diagnosis gangguan mental di Indonesia dan Internasional.

Gangguan mental yang paling banyak diderita remaja Indonesia antara lain:

1. Gangguan kecemasan (kombinasi fobia sosial dan gangguan kecemasan umum) sebesar 3,7 persen

2. Gangguan depresi mayor sebesar 1,0 persen

3. Gangguan perilaku sebesar 0,9 persen

4. PTSD sebesar 0,5 persen

5. ADHD sebesar 0,5 persem

Survei I-NAMHS ini juga mengungkapkan bahwa meskipun pemerintah telah meningkatkan akses ke berbagai fasilitas kesehatan, rupanya masih sedikit remaja yang mencari bantuan profesional untuk masalah kesehatan mental mereka.

"Hanya 2,6 persen remaja dengan masalah kesehatan mental yang mengakses layanan dalam 12 bulan terakhir," ungkap survei itu.

Sayangnya, survei ini juga menunjukkan bahwa 43,8 persen remaja Indonesia tidak mencari bantuan profesional dengan alasan mereka lebih suka mengatasi masalah mentalnya sendiri atau dengan dukungan dari keluarga dan teman-teman.

(Vivin Lizetha)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement