Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Awas! Liburan ke Eropa Jangan Pakai Jam Tangan Mewah, Auto Jadi Sasaran Perampok

Najwa Avifah Octavia , Jurnalis-Rabu, 21 Desember 2022 |08:01 WIB
Awas! Liburan ke Eropa Jangan Pakai Jam Tangan Mewah, Auto Jadi Sasaran Perampok
Audemars Piguet, salah satu jam tangan mewah incaran perampok di Eropa (Foto: phigora.com)
A
A
A

MENGENAKAN barang mewah akan memancing mata siapapun yang melihatnya. Di berbagai tempat banyak ditemui kasus pencurian, bahkan kota-kota besar di Eropa dan di seluruh dunia telah menyaksikan gelombang perampokan jam tangan mewah, dan pemilik barang mewah sekarang enggan memakainya.

Melansir laman South China Morning Post (SCMP), Serang YouTuber Inggris, bernama Brittany Pearce menjadi salah satu kolektor yang enggan memakai jam tangan mewah seharga USD14 ribu (Rp218 juta) di depan umum.

Hal ini didasari sebuah insiden di mana ia diikuti di sekitar toko oleh seseorang yang mengincar jam tangannya. Pearce khawatir ia akan menjadi korban dari pencurian jam tangan mewah.

BACA JUGA: Dear Traveler, Ini 10 Aturan yang Harus Dipatuhi saat Liburan di Singapura!
Infografis Kebiasaan Buruk Traveling

Banyak laporan perampokan arloji kelas atas, dan di antaranya dengan kekerasan, melonjak hampir di seluruh dunia.

Meski tidak ada statistik nasional tentang pencurian jam tangan, pihak berwenang di kota-kota besar melaporkan adanya lonjakan.

Layanan Polisi Metropolitan London meluncurkan operasi musim panas untuk mengatasi masalah tersebut setelah jumlah perampokan bersenjata melonjak 60 persen antara Mei dan Juni.

Di London, data polisi menunjukkan bahwa 667 jam tangan Rolex disita antara Januari dan September. Sebanyak 73 jam tangan mewah merek Swiss dicuri di ibu kota Inggris antara awal tahun dan September, naik dari 60 pada periode yang sama tahun lalu.

Perampokan tak hanya terjadi di jalanan. Pekan lalu, bintang sepak bola Inggris Raheem Sterling mengalami perampokan bersenjata di rumahnya, London. Koleksi jam tangan senilai USD360 ribu (Rp5,6 miliar) menjadi sasaran perampok.

Pada tahun 2022, harga rata-rata jam tangan mewah yang dicuri di London akan menjadi sekitar 9.000 pound (Rp172 juta), naik dari antara 4.000 pound (Rp75 jutaan) dan 5.000 pound (Rp94 jutaan) pada tahun-tahun sebelumnya, menurut data polisi.

Infografis Traveling

Fenomena influencer media sosial atau konten kreator YouTube, yang menampilkan barang-barang mewah di unggahannya membuat para pencuri mempelajarainya dan bahkan mengenali hanya dengan melihatnya.

“Saat Anda memiliki jam tangan seperti Richard Mille atau (Audemars Piguet) Royal Oak, (pencuri) langsung mengenalinya,” kata Oliver Mueller, kepala grup konsultan jam tangan Swiss Luxe Consult.

Sejauh ini, penjualan jam tangan mewah tetap relatif kuat, meskipun harga jam tangan Rolex, Patek, dan Audemars Piguet telah turun secara signifikan sejak Maret di pasar sekunder.

Tahun lalu, ekspor jam tangan Swiss naik ke rekor 22,3 miliar franc (USD23,8 miliar), menurut Konfederasi Industri Jam Tangan Swiss, dan siap untuk memecahkan rekor lain pada tahun 2022.

Menanggapi insiden perampokan, penegak hukum Prancis berusaha keras untuk menghentikan. Menurut Komisaris Polisi Paris Julien Herbaut, perampokan jam tangan mewah turun 44 persen musim panas ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Infografis Tips Traveling Aman

Petugas menangkap 175 pencuri arloji antara Januari dan Agustus, naik dari 85 pada periode yang sama di tahun 2021 lalu.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement