Selama masa ini, pasien dengan mudah menularkan HIV kepada orang lain terlepas dari berapa lama masa infeksi HIV berlangsung selama stadium ini. Dalam tahap ini pula virus HIV akan tetap aktif dalam tubuh, tetapi tidak menunjukkan gejala atau hanya bergejala ringan. Tahap ini juga disebut dengan tahap asimtomatik atau tanpa gejala.

(Berapa Lama HIV Bisa Berkembang Menjadi AIDS, Foto: Shutterstock)
Sementara jika stadium laten klinis atau infeksi HIV kronis bisa berlangsung selama 10–15 tahun. Meski tidak menimbulkan gejala HIV, virus justru makin menyerang sel imun dalam tubuh.
Pada stadium akhir HIV, fase ini merupakan puncak saat sistem imun melemah atau rusak akibat infeksi HIV. Pada masa ini, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) punya viral load tinggi dan kadar CD4 yang rendah Selama stadium akhir masa infeksi HIV biasanya berlangsung setidaknya 10 tahun atau lebih.
Jika tidak diobati, pasien bisa mengalami infeksi oportunistik, yakni infeksi yang terjadi karena sistem imun melemah. Infeksi oportunistik sendiri adalah bentuk komplikasi HIV/AIDS yang terjadi ketika jamur atau bakteri mengambil keuntungan dari menurunnya sistem kekebalan tubuh.
Maka dari itu, mengendalikan HIV/AIDS dengan obat-obatan ARV sangat penting untuk menjaga kualitas hidup pasien. Obat-obatan ini juga membantu mengurangi risiko penularan HIV. Dengan memahami berapa lama masa infeksi HIV, pasien mengetahui kapan sebaiknya melaksanakan tes HIV atau pun menjalani pengobatan. Demikian sebagaimana dihimpun dari Avert, Halodoc, dan Hellosehat, Senin (19/12/2022).
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.