Antibodi Monoklonal sendiri bekerja dengan menargetkan spike protein virus Covid-19 sebagai perlindungan terhadap infeksi SARS-Cov-2 yang disebutkan bisa memberikan perlindungan jangka panjang hingga 6 bulan, serta efektif melawan virus SARS-Cov-2 yang sudah bermutasi.
Selain vaksin dan antibodi monoklonal, Aryanthi Baramuli Putri, Pendiri dan Ketua Cancer Information and Support Center (CISC) menambahkan, selain vaksin dan antibodi monoklonal, selayaknya orang lain pada umumnya, pengidap kanker juga wajib menerapkan pola gaya hidup sehat dengan pencegahan dasar 3M untuk Covid-19.
BACA JUGA:Pengidap Lebih Berisiko 51 Persen Terinfeksi, Dokter: HIV Bukan Halangan Divaksin Covid-19
BACA JUGA:Kebut Eliminasi Kanker Serviks, Indonesia Siap Produksi Vaksin HPV Lokal
"Selain vaksin dan antibodi monoklonal, pasien kanker juga diimbau untuk terus menerapkan protokol kesehatan 3M yakni menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker," jelas Aryanthi.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.