Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kejar Target Zero Stunting 2023, Jabar Genjot Percepatan Penurunan Kasus

Agung Bakti Sarasa , Jurnalis-Rabu, 14 Desember 2022 |15:19 WIB
Kejar Target Zero Stunting 2023, Jabar Genjot Percepatan Penurunan Kasus
Ilustrasi, (Foto: Freepik)
A
A
A

Dia mengakui, prevalensi kasus stunting di Jabar masih relatif tinggi berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 sebesar 24,5 persen atau 2 dari 10 anak Jabar berisiko stunting.

"Kasus stunting disebabkan kurangnya pemenuhan kebutuhan gizi, pola pengasuhan anak yang kurang baik, juga kurangnya akses air bersih dan sanitasi. Sehingga berdampak pada gagal tumbuh kembang dan gangguan metabolisme pada anak," sambungnya.

Membangun generasi penerus yang berkualitas harus dimulai sejak dini, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, sehingga calon-calon penerus dan pemimpin Jabar di masa depan harus terbebas dari stunting.

Apalagi Indonesia diproyeksikan mengalami puncak pertumbuhan penduduk produktif (bonus demografi) pada tahun 2045.

“Namun bonus demografi ini tidak akan berguna, atau bisa bahkan jadi beban negara jika tingginya prevalensi balita stunting tidak diperbaiki saat ini. Kepada seluruh masyarakat, khususnya yang punya anak, harus benar-benar memperhatikan tumbuh kembangnya," tegas Uu.

 BACA JUGA:Viral Ibu Muda Meninggal Dunia Pasca Melahirkan Anak ke-10

BACA JUGA: Duh! Ibu Hamil yang Suka Sedih Berkepanjangan Berpotensi Melahirkan Prematur

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement