Sesuai namanya, minim invasif maka pasien tidak akan merasakan sakit selama operasi ini. Perut pasien dipompa dengan gas yang tidak berbahaya (karbon dioksida), yang menciptakan ruang untuk memungkinkan dokter melihat struktur internal.
Peritoneum (lapisan dalam perut) kemudian dipotong untuk memperlihatkan kelemahan pada dinding perut, lalu mesh ditempatkan di bagian dalam untuk menutupi cacat pada dinding perut dan memperkuat jaringan. Setelah operasi selesai, sayatan kecil di perut ditutup dengan satu atau dua jahitan atau dengan pita bedah. Dalam beberapa bulan, sayatan bisa saja hampir tidak terlihat.
3. Robotic: Mirip operasi laparoskopi karena dilakukan juga dengan menggunakan laparoskop dan dilakukan dengan cara yang sama yakni sayatan kecil, kamera kecil, pengembangan perut, memproyeksikan bagian dalam perut ke layar. Bedanya, pada operasi robotic ini ahli bedah duduk di konsol di ruang operasi, dan menangani instrumen bedah dari konsol.
Pperasi robotik bukan hanya bisa dimanfaaatkan untuk menangani hernia yang lebih kecil, atau area yang lemah, sekarang ini juga sudah bisa jadi pilihan untuk merekonstruksi dinding perut. Manfaat lain dari operasi hernia robotik ini, kemungkinan pasien hanya punya bekas luka kecil dan rasa sakit usai operasi ini cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan operasi terbuka.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.