Waktu tindakan dan pemulihan yang cenderung lebih singkat dengan bedah laser. Meski demikian, kekhawatiran terhadap tindakan laser masih kerap muncul di tengah masyarakat antara lain, adanya efek samping dan ketakutan terhadap risiko cedera operasi.
“Kami terus mendukung optimalisasi penglihatan dan kualitas hidup. Kami percaya tujuan tersebut dapat dicapai dengan adanya teknologi laser terbaru untuk mengoreksi mata minus dan silinder, dengan proses yang jauh lebih cepat, canggih karena menggunakan prosedur robotik, dan lebih nyaman," tambahnya.
“Banyak pasien dengan gangguan refraksi yang memiliki kekhawatiran terhadap tindakan bedah laser refraktif. Namun bedah ini hanya membutuhkan sayatan kecil berukuran 2 sampai 3 milimeter untuk tindakan laser tanpa flap, dengan durasi tindakan kurang dari 10 detik. Waktu yang singkat tersebut begitu berharga bagi pasien untuk mengurangi rasa kekhawatiran mereka saat tindakan. Setelah tindakan pun pasien akan mendapatkan pemulihan pasca-operasi yang mudah, termasuk dapat langsung beraktivitas seperti biasa dan kembali produktif pada keesokan harinya,” jelas DR. Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM(K) selaku Ketua Layanan Bedah Katarak dan Refraktif JEC Eye Hospitals & Clinics.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.