Lantas apa sih bedanya terapi panas dan dingin? Dokter Andreas menjelaskan kedua terapi ini berbeda tergantung fasenya. Biasanya terapi dingin digunakan pada fase awal akut, sedangkan terapi panas digunakan pada fase kronik.
Dia pun memberi contoh, seorang klien cedera umumnya penanganannya pakai terapi dingin masih ada bengkak, kemerahan, dan hangat. Justru dikurangi bengkaknya dengan terapi dingin.
“Tapi ketika bengkak sudah tidak ada, tapi ada nyeri gerak, dan dari penampakan luar sudah tidak kemerahan, penyembuhan dan mengurangi nyerinya, baru kita gunakan terapi panas,” pungkasnya.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.