Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Julukan Kabupaten Kudus Paling Populer, Apa Saja?

Prisca Arianto , Jurnalis-Minggu, 04 Desember 2022 |16:00 WIB
4 Julukan Kabupaten Kudus Paling Populer, Apa Saja?
Menara Masjid Kudus, Jawa Tengah (Foto: Instagram @mbahoerip)
A
A
A

KUDUS memiliki beberapa julukan terkenal. Kabupaten di Jawa Tengah ini memang masyhur sebagai daerah penghasil rokok dan punya jejak sejarah Islam yang kuat.

Nama Kudus berasal dari bahasa Arab yang berarti Suci. Kudus pernah jadi pusat perkembangan Islam di Pulau Jawa pada abad pertengahan. Hal ini dapat dilihat dari adanya tiga makam ulama Wali Singo; Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Kedu.

Berikut empat julukan Kudus yang populer.

Kota Santri

Kudus juga dijuluki sebagai Kota Santri karena memiliki banyak pondok pesantren. Kudus juga punya pesantren tahfidz Quran terbaik dan terkenal di Indonesia, yakni Yanbu’ul Qur’an. Satrinya berasal dari berbagaid daerah.

Kota Kretek

Kudus juga dikenal sebagai Kota Kretek. Bukan tanpa alasan, dikarenakan di kabupaten ini banyak berdiri perusahaan industri hasil tembakau (IHT) atau industri rokok kretek khas Nusantara. Di antaranya yang terkenal dan tak asing adalah PT Djarum PT Nojorono dan PR Sukun.

Selain itu, dalam sejarahnya penemu rokok kretek adalah warga asli Kudus, yakni H Djamhari. Sedangkan dikenal sebagai “Sang Raja Kretek”pengusaha yang memproduksi rokok kretek secara massal sebagai industri dan berhasil mempopulerkannya adalah Ki Nitisemito.

Kota Semarak

Sebutan ini merupakan yang cukup lama dikenal. Kendati, saat ini kurang begitu populer di kalangan anak muda. Menurut beberapa sumber, sebutan “Kudus Kota Semarak” mulai dikenal pada masa Bupati Kolonel CZI Wimpie Hardono pada tahun 1978 – 1983, dan berlanjut di masa Kolonel ART Soehartono tahun 1983 - 1988, Kolonel Inf H Soedarsono tahun 1988 - 1998, dan Kolonel Inf H M Amin Munajat tahun 1998 - 2003.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement