JURAGAN kripto Amber Group, Tiantian Kullander, dilaporkan wafat dalam tidurnya pada Rabu (23/11/2022) pekan lalu. Tentu, ini merupakan kabar duka bagi dunia kripto.
Tiantian Kullander sendiri, merupakan co-founder Amber Group, perusahaan aset digital yang berbasis di Hong Kong. Ia menghembuskan napas terakhirnya di usia muda, yakni 30 tahun.

Dikutip dari akun resmi Amber Group Tiantian meninggal dalam tidurnya secara mendadak.
"Dengan kesedihan terdalam kami menginformasukan tentang meninggalnya teman dan salah satu pendiri perusahaan kami, Tiantian Kullander, yang meninggal dunia secara tak terduga dalam tidurnya pada 23 November 2022," isi tulisan tersebut yang dikutip dari Metro, Rabu (30/11/2022).
Terlepas dari itu semua, ada beberapa penyebab seseorang meninggal secara mendadak saat tidur. Dikutip dari Verywellhealth, biasanya, ketika seseorang meninggal dalam tidurnya, beberapa sistem organ "penting" telah gagal fungsi.
Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan ke dalam beberapa kondisi di bawah ini. Berikut ulasannya untuk Anda.
1. Gagal jantung
Henti jantung adalah saat jantung tiba-tiba berhenti berdetak. Tanpa perawatan medis segera, kematian jantung mendadak akan terjadi dalam hitungan menit. Risiko kematian lebih tinggi saat tidur hanya karena tanggap darurat medis biasanya terlambat.
2. Serangan jantung
Serangan jantung, juga dikenal sebagai infark miokard, terjadi ketika pembuluh darah yang mensuplai otot jantung tersumbat dan jaringan yang disuplai rusak atau mati.
3. Aritmia
Jantung juga bisa mengalami penyimpangan yang berdampak pada sistem kelistrikannya. Muatan yang diperlukan untuk melepaskan otot secara tersinkronisasi dapat terganggu.
Kontraksi dapat menjadi tidak teratur, terlalu cepat atau terlalu lambat, dan keefektifan pemompaan jantung dapat terganggu. Aritmia mungkin sering menjadi penyebab kematian saat tidur.
4. Henti pernapasan
Pada tingkat paling dasar, paru-paru bertanggung jawab atas pertukaran oksigen dan karbon dioksida dengan lingkungan. Ketika mereka tidak berfungsi dengan baik, kadar oksigen turun, kadar karbon dioksida naik, dan perubahan berbahaya dalam keseimbangan asam-basa tubuh dapat terjadi.
5. Racun
Dalam beberapa kasus, kematian pada malam hari dapat terjadi karena racun. Misalnya, keracunan karbon monoksida akibat ventilasi yang salah dapat menyebabkan kematian akibat sesak napas.

6. Obat-obatan
Obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati nyeri dan insomnia dapat meningkatkan risiko kematian dengan menekan (menekan) bagian otak yang mengatur pernapasan. Ini biasa terjadi ketika obat overdosis atau dikombinasikan dengan depresan lain, termasuk alkohol.
7. Trauma
Trauma otak yang parah juga bisa menyebabkan kematian mendadak, seringkali saat seseorang sedang tidur. Kadang-kadang gejala seperti mual, sakit kepala terus-menerus, dan pupil yang melebar mungkin tidak dikenali atau diabaikan setelah cedera kepala.
8. Tersedak
Dimungkinkan juga untuk tersedak sampai mati saat tidur. Ini dapat terjadi jika seseorang muntah saat kejang malam hari atau setelah terlalu banyak minum alkohol.
9. Epilepsi
Kemungkinan kematian dalam tidur terjadi karena beberapa gangguan lain, termasuk beberapa kondisi tidur. Secara khusus, kejang bisa berakibat fatal. Ada kondisi yang dikenal sebagai kematian mendadak pada epilepsi (SUDEP) yang tidak sepenuhnya dipahami.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.