2. Seks Vaginal
Sama halnya dengan seks anal, melakukan seks vaginal dengan mengidap HIV tanpa menggunakan pengaman tentu akan sangat beresiko terpapar penyakit tersebut.
Penyakit HIV pada wanita bisa berada di cairan vagina maupun darah. Penularan penyakit ini bisa melalui kulup penis yang tidak disunat maupun melalui luka terbuka pada penis.
3. Seks Oral
Dilansir dari laman Stanford Health Care, penularan HIV melalui seks oral tanpa kondom dengan penderita memiliki kemungkinan yang cukup rendah. Meski demikian, bukan berarti resikonya nol.
Sejumlah faktor yang bisa mempengaruhi resiko penularan HIV melalui seks oral adalah:
Melakukan ejakulasi di mulut yang tengah mengalami sariawan, gusi berdarah, atau adanya luka kelamin.
Adanya penyakit menular seksual (PMS) pada alat kelamin.
Selain HIV maupun PMS, seks oral juga bisa menularkan sejumlah penyakit, seperti hepatitis A, hepatitis B, parasit seperti Giardia, dan bakteri seperti Shigella, Salmonella, Campylobacter, dan E. coli
4. Seks bebas
Melakukan seks bebas dengan bergonta-ganti pasangan dapat meningkatkan resiko penularan HIV AIDS. Pasalnya, penderita HIV awalnya mungkin tidak mengalami gejala. Sehingga, potensi untuk terkena penyakit HIV AIDS maupun PMS sangat besar.