Sementara, dari studi tahun 2016 di jurnal American Society for Microbiology, Applied and Environmental Microbiology menyebut tidak ada aturan 5 detik tetap aman. Studi dilakukan para peneliti dengan melihat apa yang terjadi setelah menjatuhkan berbagai makanan termasuk semangka, roti, roti dengan mentega, dan permen bergetah, pada empat permukaan yang berbeda yakni karpet, baja tahan karat, ubin keramik, dan kayu.
Makanan dijatuhkan dan dibiarkan di setiap permukaan selama satu detik, lima detik, 30 detik, dan 300 detik. Setiap skenario yang mungkin diulang 20 kali. Hasilnya? Menunjukkan bahwa semangka menjadi yang paling banyak terkontaminasi kuman, bahkan untuk waktu yang singkat di lantai, dan permen bergetah mengambil kontaminan paling sedikit. Sedangkan roti dan mentega berada di tengah tingkat kuman.
Data menyimpulkan, semakin lama makanan berada di lantai, semakin banyak bakteri yang terbawa. Namun, jika makanan itu ada di lantai hanya beberapa detik saja, tetap itu tidak bebas bakteri. Maka dari itu studi ini menyanggah aturan lima detik tersebut, melansir Food Network, Selasa (29/11/2022) yang sudah ditinjau oleh Toby Amidor, MS, RD, CDN, ahli diet dan konsultan spesialisasi keamanan pangan dan nutrisi kuliner.
Sebagian orang memang tidak selalu langsung sakit, usai memakan makanan yang jatuh ke lantai. Tapi ingat, sebaiknya kita semua tak nekat untuk tetap memakan makanan yang sudah jatuh tersebut, terlebih anak-anak dan orang tua yang memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah dan lebih rentan terhadap penyakit. Satu atau banyak bakteri, tetap saja bisa membuat makanan terkontaminasi dan orang yang memakannya jadi sakit.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.