DARI kecil banyak dari kita yang familiar dengan istilah ‘belum 5 detik’ atau ‘belum 1 menit’ saat makanan jatuh ke lantai atau yang juga biasa disebut "5 second rule".
Kebanyakan orang, menganggap makanan yang jatuh ke lantai selama itu sudah diambil lagi saat belum mencapai 5 detik atau beum 60 detik maka tetap aman dan layak untuk tetap dimakan. Bagaimana jika dilihat dari segi medis? Benarkah demikian?
Terkait hal ini, ada beberapa penelitian yang meneliti “aturan lima detik” dengan hasil yang berbeda. Berdasarkan studi tahun 2014 di School of Life and Health Sciences Aston University di Birmingham, Inggris mengatakan bahwa aturan 5 detik benar-benar berlaku.
Studi ini meninjau perpindahan bakteri umum Escherichia coli (E. coli) dan Staphylococcus aureus dari berbagai jenis lantai dalam ruangan (karpet, laminasi, dan permukaan ubin) ini ada pada roti panggang, pasta, biskuit, dan permen lengket ketika kontak dilakukan dengan lantai selama tiga hingga 30 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu dan jenis lantai merupakan faktor signifikan dalam perpindahan bakteri dari permukaan lantai ke sepotong makanan.
Masih dari studi yang sama, ditemukan juga bakteri lebih kecil kemungkinannya untuk berpindah dari permukaan berkarpet dibandingkan dengan permukaan laminasi atau ubin ketika makanan lembap bersentuhan dengannya selama lebih dari lima detik.
Jadi, apakah dengan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak apa-apa menjatuhkan makanan selama 5 detik ke lantai lalu tetap dimakan? Tidak juga, penelitian menyimpulkan bahwa tetap berisiko saat makan makanan yang dijatuhkan ke lantai karena bakteri yang bisa mengintai di dalamnya.
Sementara, dari studi tahun 2016 di jurnal American Society for Microbiology, Applied and Environmental Microbiology menyebut tidak ada aturan 5 detik tetap aman. Studi dilakukan para peneliti dengan melihat apa yang terjadi setelah menjatuhkan berbagai makanan termasuk semangka, roti, roti dengan mentega, dan permen bergetah, pada empat permukaan yang berbeda yakni karpet, baja tahan karat, ubin keramik, dan kayu.
Makanan dijatuhkan dan dibiarkan di setiap permukaan selama satu detik, lima detik, 30 detik, dan 300 detik. Setiap skenario yang mungkin diulang 20 kali. Hasilnya? Menunjukkan bahwa semangka menjadi yang paling banyak terkontaminasi kuman, bahkan untuk waktu yang singkat di lantai, dan permen bergetah mengambil kontaminan paling sedikit. Sedangkan roti dan mentega berada di tengah tingkat kuman.
Data menyimpulkan, semakin lama makanan berada di lantai, semakin banyak bakteri yang terbawa. Namun, jika makanan itu ada di lantai hanya beberapa detik saja, tetap itu tidak bebas bakteri. Maka dari itu studi ini menyanggah aturan lima detik tersebut, melansir Food Network, Selasa (29/11/2022) yang sudah ditinjau oleh Toby Amidor, MS, RD, CDN, ahli diet dan konsultan spesialisasi keamanan pangan dan nutrisi kuliner.
Sebagian orang memang tidak selalu langsung sakit, usai memakan makanan yang jatuh ke lantai. Tapi ingat, sebaiknya kita semua tak nekat untuk tetap memakan makanan yang sudah jatuh tersebut, terlebih anak-anak dan orang tua yang memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah dan lebih rentan terhadap penyakit. Satu atau banyak bakteri, tetap saja bisa membuat makanan terkontaminasi dan orang yang memakannya jadi sakit.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.