Dengan kata lain, ketika virus Covid-19 terus bermutasi, di 2023 mungkin saja telah tercipta musuh dengan karakter yang berbeda dengan yang ada di 2022 ini. Artinya, vaksin perlu diperbaharui sehingga perlindungan tetap maksimal.
"Ini yang telah terjadi di vaksin Influenza. Virus Influenza itu setiap tahun berubah dan karena itu vaksin Influenza pun setiap tahunnya berubah mengikuti perubahan virusnya," tambah Prof Amin.
"Jadi, penting untuk para peneliti vaksin saat ini menciptakan vaksin multivalen yang dapat mengcover banyak virus," usulnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.